PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Borneo Medical Centre menggelar Health Talk bertajuk “Mendeteksi, Mencegah, dan Menjaga Kesehatan Bersama” di Harris Hotel Pontianak, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini membahas pentingnya deteksi dini serta pencegahan penyakit, khususnya yang berkaitan dengan ginekologi dan kanker.
Kegiatan menghadirkan dua dokter spesialis dari Borneo Medical Centre, yakni dr. Nicholas Ngeh, Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn), serta dr. Yu Kong Leong, Spesialis Onkologi.
Marketing Executive Borneo Medical Centre, Sherrina Blasius, mengatakan pemilihan topik ginekologi dan onkologi dilatarbelakangi banyaknya pertanyaan masyarakat terkait kedua bidang tersebut saat berkonsultasi di rumah sakit.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan hasil medical check-up (MCU), tetapi juga perlu disertai pemahaman mengenai kondisi kesehatan serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
“Kita membawa pakar spesialis agar bisa memberikan informasi dan rekomendasi medis secara langsung, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat,” ujar Sherrina.
Sementara itu, Perwakilan Informasi Borneo Medical Centre, Decky Junaidi, mengatakan kanker serviks menjadi salah satu fokus pembahasan karena merupakan jenis kanker yang dapat dicegah, salah satunya melalui vaksinasi HPV.
Ia menilai edukasi mengenai pencegahan kanker serviks perlu terus ditingkatkan, khususnya kepada masyarakat di Pontianak, agar penyakit tersebut dapat dicegah sejak dini.
Selain memberikan edukasi kesehatan, Borneo Medical Centre juga membuka akses informasi bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi atau memperoleh informasi lebih lanjut. Untuk wilayah Pontianak, masyarakat dapat menghubungi perwakilan Borneo Medical Centre melalui WhatsApp di nomor 0811 563 5970, sedangkan untuk wilayah Jakarta dapat menghubungi 0811 1283 831.
Decky menyebut, khusus perwakilan di Pontianak, pihaknya melayani sekitar 300 orang setiap bulan.
Senada, dr. Nicholas Ngeh, Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn), menekankan pentingnya vaksinasi dan pemeriksaan rutin untuk mencegah kanker serviks. Menurutnya, banyak kasus kanker baru ditangani ketika sudah memasuki stadium lanjut, sehingga membutuhkan terapi yang lebih kompleks.
Ia mengatakan deteksi dini dan pencegahan dapat membantu pasien menghindari tindakan pengobatan yang lebih berat, seperti operasi, radioterapi, maupun perawatan di rumah sakit dalam waktu lama.
“Lebih bagus kalau dari awal dilakukan vaksinasi. Dengan begitu tidak perlu sampai menjalani radiasi atau operasi,” jelasnya.
Dr. Nicholas juga mengingatkan perempuan untuk tidak mengabaikan gejala yang tidak biasa, termasuk perdarahan yang terjadi tanpa sebab yang jelas dan berlangsung berulang. Kondisi tersebut perlu segera diperiksakan ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya dan ditangani sedini mungkin.