pontianak-insights

Tingkatkan Daya Saing Sawit Nasional, BPDP dan Ditjenbun bersama PT TKM Gembleng 180 Pekebun Kalimantan Barat Lewat Program SDM Perkebunan 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 12:29 WIB
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDM Perkebunan) Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh PT Titian Karsa Mandiri (TKM). Program ini berlangsung pada 5–11 Juli 2026 di Hotel Orchardz Gajahmada, Pontianak. (Wilhelmus Triputra)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit Indonesia, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui fasilitasi bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian Republik Indonesia kembali menyelenggarakan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDM Perkebunan) Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh PT Titian Karsa Mandiri (TKM). Program ini berlangsung pada 5–11 Juli 2026 di Hotel Orchardz Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, dan diikuti oleh peserta dari Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Bengkayang.

Pelaksanaan program ini turut mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah yang ditandai dengan kehadiran Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Ignasius, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bengkayang, Yulianus, serta Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sekadau, Ifan Murpatria, yang mewakili Kepala DKP3 Kabupaten Sekadau, pada acara pembukaan kegiatan.

Dalam sambutannya, Ignasius, selaku Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, secara resmi membuka rangkaian pelatihan dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, pengembangan kompetensi pekebun merupakan langkah strategis dalam memperkuat sektor perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Pelatihan ini menjadi wujud nyata dukungan dalam mendorong kemajuan sektor perkebunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya, Minggu, 5 Juli 2026. 

Program pelatihan ini diikuti oleh 180 peserta yang terdiri dari pekebun kelapa sawit dan pemangku kepentingan terkait di sektor perkebunan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung produktivitas, keberlanjutan, dan tata kelola perkebunan kelapa sawit Indonesia yang lebih baik.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti tiga jenis pelatihan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan lapangan, yaitu Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dan Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Ketiga pelatihan tersebut disusun untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta, mulai dari aspek teknis budi daya, penerapan standar keberlanjutan, hingga pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan perkebunan yang lebih efektif dan efisien.

(Wilhelmus Triputra)


Demi menghadirkan transformasi yang nyata, sepanjang kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya disuguhkan teori di atas kertas. Mereka mendapatkan pembekalan eksklusif dari kombinasi apik para narasumber, yang mengawinkan ketajaman akademisi serta jam terbang tinggi para praktisi lapangan di sektor perkebunan kelapa sawit.


Sinergi lintas disiplin dan kaya pengalaman ini sengaja dirancang untuk memberikan wawasan yang tidak hanya komprehensif, tetapi juga adaptif dan relevan dalam menjawab tantangan nyata yang dihadapi para pekebun di era modern saat ini.

Melalui tangan dingin para pakar yang telah malang melintang di industri hilir hingga hulu sawit ini, peserta diharapkan mampu menyerap strategi terbaik guna meningkatkan mutu, produktivitas, serta daya saing perkebunan yang berkelanjutan.

Tidak hanya dilaksanakan melalui pembelajaran di dalam kelas, program pelatihan juga mengedepankan pendekatan praktik lapangan. Peserta diberikan kesempatan untuk mengaplikasikan materi yang telah diperoleh secara langsung melalui berbagai kegiatan praktik dan observasi lapangan. Pendekatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap materi sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menerapkan pengetahuan tersebut di lingkungan kerja masing-masing.

Selain fokus pada transfer pengetahuan, kegiatan pelatihan juga dirancang dengan metode pembelajaran yang interaktif, eksklusif, dan menyenangkan sehingga mendorong partisipasi aktif peserta selama proses pembelajaran berlangsung. Suasana belajar yang kolaboratif diharapkan mampu menciptakan pengalaman pelatihan yang lebih efektif serta memperkuat proses pertukaran pengalaman antar peserta.

Melalui pelaksanaan Program SDM Perkebunan Tahun 2026 ini, PT Titian Karsa Mandiri berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia perkebunan Indonesia. Penguatan kompetensi pekebun menjadi langkah strategis dalam mendorong produktivitas, penerapan praktik perkebunan berkelanjutan, serta peningkatan daya saing industri kelapa sawit nasional.

Di balik kontribusi tersebut, pekebun kelapa sawit memiliki peran penting sebagai penggerak perekonomian nasional. Hasil perkebunan yang dihasilkan menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia yang berkontribusi terhadap perolehan devisa negara. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pekebun tidak hanya berdampak pada kesejahteraan mereka, tetapi juga memperkuat peran mereka sebagai pahlawan devisa negara yang turut menjaga daya saing sektor perkebunan Indonesia di pasar global.

Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan BPDP dan Ditjenbun dalam memperkuat kapasitas pekebun Indonesia melalui pelatihan yang aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan lapangan. Melalui penyelenggaraan program ini, TKM berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pengembangan kompetensi yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan sektor perkebunan nasional serta mendukung lahirnya pekebun yang semakin profesional, produktif, dan mampu menjaga kontribusi Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

Tags

Terkini