pontianak-insights

Mobile Journalism Bukan Sekadar Membuat Video dan Artikel, Tapi Bercerita dengan Bertanggung Jawab

Rabu, 17 Juni 2026 | 22:34 WIB
Editor in Chief PontianakGlobe.com, Stefanus Akim, menyampaikan materi Mobile Journalism dalam pelatihan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Amerika Serikat Jakarta bekerja sama dengan American Corner Universitas Tanjungpura, Pontianak, Selasa (17/6). (Pontianak Globe/Stefanus Akim)

Ia mengingatkan peserta untuk selalu bertanya kepada diri sendiri sebelum membuat konten.

Misalnya, mengapa cerita ini penting, siapa yang terdampak, apa yang membuatnya menarik, dan visual apa yang dapat memperkuat pesan tersebut.

Baca Juga: Kedubes AS di Jakarta dan Amcor Untan Bekali Anak Muda Pontianak Keterampilan Mobile Journalism

Menurutnya, ide cerita sebenarnya tersedia di sekitar kita.

Isu komunitas lokal, pendidikan, lingkungan hidup, UMKM, budaya, tradisi, hingga berbagai inisiatif anak muda dapat menjadi bahan liputan yang menarik jika dikemas dengan baik.

Etika Tetap Menjadi Fondasi

Di tengah derasnya arus informasi digital, Stefanus menegaskan bahwa etika jurnalistik tetap menjadi fondasi utama.

Ia mengingatkan peserta untuk selalu melakukan verifikasi sebelum mempublikasikan informasi, menghormati privasi narasumber, menghindari manipulasi konten, serta mampu membedakan antara fakta dan opini.

Menurutnya, salah satu kesalahan yang paling sering terjadi di era media sosial adalah keinginan untuk menjadi yang tercepat tanpa melakukan pemeriksaan fakta yang memadai.

"Jangan sampai kecepatan mengalahkan akurasi. Sekali informasi yang salah tersebar, dampaknya bisa sangat luas," katanya.

Selain membahas etika, peserta juga mendapatkan materi mengenai teknik wawancara.

Sebelum melakukan wawancara, seorang pembuat konten perlu memahami topik yang akan dibahas, mengenali narasumber, menyiapkan pertanyaan terbuka, dan memastikan seluruh peralatan berfungsi dengan baik.

Saat wawancara berlangsung, penting untuk membangun kepercayaan, menjaga kontak mata, serta memberi ruang bagi narasumber untuk menyelesaikan jawabannya.

Menurut Stefanus, wawancara yang baik sering kali menghasilkan cerita yang lebih kuat dibandingkan sekadar narasi dari pembuat konten.

Bagian lain yang menarik perhatian peserta adalah pembahasan mengenai teknik penulisan judul.

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB