pontianak-insights

Apa Itu Bepapas? Tradisi Penyambutan Tamu dalam Budaya Melayu Kalimantan Barat

Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:13 WIB
Tarian penyambutan di Rumah Melayu. (Pontianak Globe @Severianus Endi)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Ketika rombongan peserta Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII tiba di Rumah Melayu Pontianak, mereka tidak langsung memasuki balairungsari. Sebelum itu, sebuah prosesi adat terlebih dahulu dilakukan.

Dua penari Melayu menyambut tamu dengan gerakan anggun.

Setelah itu, pimpinan rombongan menjalani ritual yang dikenal dengan nama bepapas.

Bagi sebagian orang dari luar Kalimantan Barat, tradisi ini mungkin terdengar asing.

Namun bagi masyarakat Melayu, bepapas merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada tamu yang datang berkunjung.

Dalam prosesi tersebut, tamu menerima simbol penghormatan berupa kain kuning.

Beras kuning ditaburkan dan air mawar dipercikkan sebagai bagian dari rangkaian ritual penyambutan.

Tradisi ini mengandung doa dan harapan agar tamu yang datang memperoleh keselamatan, keberkahan, dan kebaikan selama berada di tempat tersebut.

Warna kuning sendiri memiliki makna penting dalam budaya Melayu.

Warna ini sering dikaitkan dengan kemuliaan, kehormatan, dan penghargaan.

Tidak heran jika berbagai prosesi adat Melayu menggunakan unsur warna kuning sebagai simbol penghormatan kepada orang yang diterima atau dihormati.

Selain itu, penggunaan air mawar dan beras kuning mencerminkan harapan akan kehidupan yang baik, damai, dan penuh keberuntungan.

Tradisi bepapas menunjukkan bahwa masyarakat Melayu memandang tamu sebagai sosok yang harus dimuliakan.

Kehadiran seseorang tidak dianggap sekadar kunjungan biasa, melainkan kesempatan untuk mempererat hubungan dan membangun persaudaraan.

Di tengah perubahan zaman, ritual ini masih dipelihara dalam berbagai acara adat dan penyambutan tamu penting di Kalimantan Barat.

Halaman:

Tags

Terkini