pontianak-insights

Kebisingan Digital, Uskup Didik Ingatkan Komsos Tak Sekadar Pengguna Teknologi

Rabu, 27 Mei 2026 | 23:36 WIB
Prof. Richardus Eko, pakar teknologi informasi (tengah). Foto: Komsos KAP

Dia mencontohkan dirinya, seorang gadis muda pemain sape’--alat musik petik tradisional Dayak–membranding diri dengan identitas budaya lokal.

Sape’ menjadi pilihan karena alat musik itu mewakili “suara hutan” yang lekat dengan komunitas masyarakat Dayak.

“Andalkan Tuhan dalam setiap usaha. Aku bisa sampai ke Vatikan karena berkat Tuhan. Setiap pribadi itu unik,” ujar Delly Sape’.

Bapak-bapak Penjaga Keluarga

Di talkshow khusus Bapak-bapak Katolik, tampil artis senior Lisa A. Riyanto, selain dua pembicara perempuan lainnya.

Lisa mengingatkan pentingnya peran kaum bapak menjaga keharmonisan keluarga di tengah pesatnya AI.

Dia mengatakan, teknologi seharusnya menjadi sarana untuk mendekatkan anggota keluarga, bukan justru menjauhkan hubungan yang sudah dekat..

“Kebiasaan sederhana seperti makan bersama, saling mengabari melalui grup keluarga di WhatsApp saat berjauhan, dan meluangkan waktu untuk berbincang secara langsung sebagai cara menjaga kehangatan dalam keluarga,” ujar penembang lagu lawas “Terserah Kasih” ini.

Lisa punya tips bagi kaum bapak, agar keluarga tetap harmonis di tengah berisiknya AI.

Memperbanyak komunikasi tatap muka jangan sampai terlewat di tengah kenyataan hampir semua orang memiliki gawai.

“Komunikasi yang hanya melalui media sosial kerap memunculkan salah paham, karena perbedaan nada bicara maupun penafsiran bahasa. Interaksi langsung kunci utama kehangatan dalam keluarga,” ujar Lisa.

Tak hanya itu, Lisa menganjurkan kaum Bapak tidak melupakan permainan tradisional untuk menghangatkan relasi orangtua dan anak. Seperti permainan gasing dan kelereng, agar anak-anak tidak hanya terpaku pada game online di handphone. ***

Halaman:

Tags

Terkini