pontianak-insights

Bayi Ditemukan dalam Tas di Sukoharjo, Suratnya Bikin Haru

Sabtu, 25 April 2026 | 14:26 WIB
Menyoroti kasus penemuan bayi dalam tas di permukiman warga Sukoharjo, Jawa Tengah. (Dok. Instagram.com/@lambegosiip)

PONTIANAKGLOBE.COM, SUKOHARJO -- Kasus penemuan bayi kembali menyita perhatian publik setelah viral di media sosial. Seorang bayi perempuan ditemukan dalam sebuah tas di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Informasi ini ramai diperbincangkan setelah diunggah akun Instagram @lambegosiip pada Kamis (23/4/2026). Dalam unggahan tersebut disebutkan bayi ditinggalkan bersama sepucuk surat yang diduga dari orang tuanya.

Baca Juga: Menegangkan! Balita 2 Tahun Terjebak di Atap Rumah di Lombok

Peristiwa ini sendiri terjadi pada Senin, 20 April 2026 di Dusun Kalisongo, Desa Plesan, Kecamatan Nguter. Bayi pertama kali ditemukan setelah warga mendengar suara tangisan sekitar pukul 06.00 WIB.

Kapolsek Nguter, Maryadi, menjelaskan bayi tersebut berada di dalam tas dengan tubuh terbungkus kain.

“Diperkirakan bayi berusia sekitar 7 hari. Tali pusar sudah kering dan ari-arinya sudah dipotong,” kata Maryadi.

Bayi tersebut kemudian langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis dan memastikan kondisinya tetap stabil.

Polisi juga mengungkap isi surat yang ditemukan bersama bayi tersebut. Dalam pesan itu, penulis meminta seseorang untuk merawat bayi tersebut.

"Pesannya ada tulisan 'Tolong Mamah Arum dan Papah Bram, tolong rawat adik, kasihani adik', demikian," ujar Maryadi.

Nama yang disebut dalam surat itu diduga merujuk pada pasangan suami istri pemilik rumah tempat bayi ditemukan, yang diketahui belum memiliki anak.

"Itu merupakan pemilik rumah, mereka pasangan suami istri yang informasinya belum memiliki anak," jelasnya.

Baca Juga: Iran Diduga Sita 2 Kapal di Selat Hormuz, AS Sebut Aksi Perompakan

Saat ditemukan, kondisi bayi dilaporkan hidup dan dalam keadaan relatif sehat. Meski begitu, pihak kepolisian masih terus menyelidiki identitas orang tua bayi tersebut.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendata warga yang diketahui melahirkan pada April 2026 untuk menelusuri kemungkinan keterkaitan.

"Kami melakukan penyelidikan dan mapping siapa saja yang melahirkan pada bulan April ini. Kami telusuri siapa yang menaruh bayi ini," tandasnya.***

Tags

Terkini