PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu mengambil langkah strategis dengan menggandeng Indonesia Creative Cities Network untuk mendorong percepatan pengembangan ekonomi daerah.
Kolaborasi ini dibahas dalam pertemuan resmi yang digelar di kantor PT Aviasi Pariwisata Indonesia di Jakarta, Rabu (8/4/2026), sekaligus menjadi awal penyusunan nota kesepahaman (MoU).
Baca Juga: Proyek 20 Ribu Truk Kopdes Senilai Rp10 Triliun Disorot
Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya L. Mus, memaparkan berbagai tantangan daerahnya, mulai dari keterbatasan fiskal hingga ketergantungan terhadap kebijakan pusat di sektor pertambangan.
Dengan luas wilayah yang setara Kabupaten Bogor namun berpenduduk sekitar 66 ribu jiwa, Taliabu dinilai perlu inovasi untuk keluar dari ketergantungan pada APBD.
"Oleh karena itu, kehadiran ICCN diharapkan mampu menjadi kompas dalam memetakan potensi ekonomi lokal dan melahirkan Local Champion yang dapat menggerakkan roda ekonomi warga," katanya.
Ia juga menyoroti bahwa program kemandirian desa sudah berjalan, namun produk yang dihasilkan masih bersifat umum dan belum memiliki daya saing unggulan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, menegaskan komitmennya untuk merancang pola kerja sama yang sesuai dengan karakteristik daerah.
"ICCN berencana mengawali langkah ini dengan menggelar kompetisi konten digital dalam waktu dekat sebagai sarana untuk membangun optimisme publik sekaligus mempromosikan potensi daerah ke tingkat nasional," jelasnya.
Diskusi juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara potensi sumber daya alam dengan penguatan rantai produksi dan distribusi. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas agar Taliabu mampu mengikuti arah kebijakan nasional dalam pengembangan kota-kota sekunder.
Aspek legalitas serta pemanfaatan dana CSR turut dibahas sebagai alternatif pembiayaan program pembangunan yang belum terakomodasi oleh anggaran daerah.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan MoU yang disaksikan oleh Herdy Harman. Kerja sama ini mencakup tiga pilar utama, yakni pemetaan sektor ekonomi kreatif unggulan, perluasan jejaring strategis, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan.
Baca Juga: Bayi Nyaris Dibawa OTK, Curhatan Ibu di Bandung Mengguncang
Sebagai tindak lanjut, ICCN juga mendorong penyelenggaraan festival lokal serta kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui program pengabdian masyarakat.
"Sinergi lintas sektor ini diharapkan tidak hanya membantu alih teknologi bagi masyarakat Taliabu, tetapi juga memperkuat implementasi konsep Catha Eka Daksa sebagai landasan pembangunan kota kreatif yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan," ungkap Fiki.