pontianak-insights

Skandal Ojol di Mall Palembang, Rekam Wanita Tanpa Izin

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:29 WIB
Driver ojol diam-diam rekam wanita di mall di Palembang. (Dok. X/1998ur_)

PONTIANAKGLOBE.COM, PALEMBANG -- Media sosial dihebohkan dengan pengakuan seorang wanita yang mengaku direkam tanpa izin oleh driver ojek online di sebuah pusat perbelanjaan di Palembang.

Peristiwa tersebut mencuat setelah diunggah melalui akun X @1998ur_, yang menyebut driver tersebut merupakan mitra dari Grab berinisial HM.

Baca Juga: Nyari Ricuh! Kru Bus Harapan Jaya dan Bagong Ribut di Tengah Jalan Kediri

Dalam keterangannya, korban mengungkapkan bahwa pelaku sempat beralasan sedang mengisi daya ponsel saat ketahuan merekam dirinya.

“Pas aku samperin buat izin cek HP beliau, alasan beliau ngevideoin aku karena beliau sedang nge-charge HP. Pernyataan bodoh,” tulis pengunggah utas, dikutip pada Jumat (27/3/2026).

Korban kemudian meminta bantuan pihak keamanan mall untuk menangani kejadian tersebut. Namun, saat dimintai penjelasan di hadapan petugas, pelaku kembali memberikan alasan berbeda.

“Setelah dibawa ke kantor security, beliau bilang alasan ngerekam karena buat laporan posisi ke driver yang lainnya,” lanjutnya.

“Ngecas ya ngecas aja Pak, nggak usah rekam-rekam, itu nggak sopan. Kalau anak bapak diginiin, gimana? Tau nggak kalau ini bisa jadi pelecehan?” kata korban dalam video yang diunggah.

Meski demikian, pelaku disebut tetap bersikeras tidak bersalah, bahkan menuding korban mencoba melakukan pemerasan.

“Beliau juga dari awal bertingkah seolah-olah kalau beliau tidak bersalah dan menuduh aku hendak melakukan pemerasan kepada beliau,” terangnya.

“Sedangkan dari awal, saya pun hanya diam sembari menunggu pihak security mall datang untuk membantu saya,” imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan ponsel, korban mengaku menemukan bahwa video dirinya sempat dikirim ke sebuah grup WhatsApp.

“Terus kenapa itu dikirim-dikirim? Kalau nggak ketahuan, emang bapak bisa minta maaf?” ujar korban lagi.

Dalam utas yang telah ditonton lebih dari 1,7 juta kali itu, disebutkan pula bahwa grup tersebut berisi banyak foto dan video tidak pantas.

“Di grup Grab tersebut juga banyak sekali foto dan video porno yang melibatkan banyak perempuan,” sambungnya.

Halaman:

Tags

Terkini