pontianak-insights

Novel Baswedan Desak Polisi Usut Dalang Serangan Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 20:16 WIB
Menyoroti pernyataan eks penyidik KPK, Novel Baswedan (kiri) terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus (kanan). (Dok. Instagram.com/@watchdoc-@infipop)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, terus menjadi sorotan publik di Indonesia.

Insiden tersebut terjadi di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat ini aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna menelusuri identitas pelaku penyerangan terhadap Wakil Koordinator KontraS tersebut.

Baca Juga: KPK Ungkap Lobi Travel Haji dalam Skema Kuota Tambahan

Peristiwa ini kembali mengingatkan publik pada kasus serupa yang pernah dialami mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, pada 11 April 2017 di kawasan Kelapa Gading. Saat itu Novel disiram air keras setelah menunaikan salat subuh di dekat kediamannya.

Akibat serangan tersebut, Novel mengalami luka bakar serius dan kerusakan fungsi mata kiri hingga sekitar 95 persen.

Menanggapi kasus yang menimpa Andrie Yunus, Novel Baswedan turut memberikan perhatian serius. Ia bahkan menduga adanya dalang di balik penyerangan terhadap aktivis HAM tersebut.

Dalam konferensi pers bersama KontraS di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026, Novel menilai tindakan pelaku menunjukkan niat untuk menghabisi nyawa korban.

"Dia (Andrie Yunus) diserang yang serangan pelakunya itu bermaksud membunuh, kenapa? Pelakunya menyiram air keras di area muka," kata Novel.

"Kalau area muka itu kena air keras kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal," lanjutnya.

Novel menilai tindakan penyiraman tersebut sebagai bentuk kejahatan yang sangat serius dan tidak manusiawi.

"Paling tidak pelaku ini menghendaki cacat permanen, begitu jahatnya pelaku itu," ujarnya.

"Saya ingin menggambarkan bahwa ini kejahatan yang sangat serius dan biadab. Yang diserang adalah orang baik, dia kritis dia peduli dia mencintai negaranya," tambah Novel.

Ia juga mengungkap bahwa dari rekaman CCTV yang sempat dilihatnya, pola penyerangan terhadap Andrie Yunus diduga tidak dilakukan secara spontan.

Menurutnya terdapat indikasi bahwa aksi tersebut direncanakan dan dilakukan secara terorganisir.

"Pelakunya nggak satu motor berdua gitu, nggak. Ada simbol-simbol yang dilakukan di lapangan sehingga ketika menyerang begitu terorganisir," kata Novel.

Halaman:

Tags

Terkini