pontianak-insights

Kritik Program MBG Makin Keras, Salak Berbelatung Jadi Bukti Baru

Rabu, 11 Maret 2026 | 19:32 WIB
Temuan belatung di buah salak MBG di Pekalongan. (Dok. Instagram/wiradesainfo)

PONTIANAKGLOBE.COM, PEKALONGAN -- Belakangan ini beredar banyak video di media sosial yang menyoroti keluhan terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan selama Ramadan. Sejumlah konten memperlihatkan kondisi makanan yang dinilai tidak layak dikonsumsi dan memicu kritik terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menu kering yang seharusnya dapat disantap saat berbuka puasa justru kerap ditemukan dalam kondisi tidak layak. Salah satu kejadian terjadi pada program MBG di Pekalongan, Jawa Tengah.

Baca Juga: Stok Pangan Nasional Aman Salah Satunya Beras BULOG, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan keluhan dari wali murid SD Negeri 1 Kepatihan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan terkait menu buah salak yang dibagikan pada Selasa (10/3/2026). 

“Tuh bu, ada belatungnya lho bu salaknya, banyak banget lagi (belatungnya), Ya Allah,” ujar perekam video, dikutip dari unggahan akun Instagram @wiraedesainfo pada Rabu, 11 Maret 2026.

Dalam video tersebut terlihat buah salak yang sudah berubah warna menjadi kecoklatan saat kulitnya dibuka. Di dalamnya juga tampak belatung hidup yang bergerak.

SPPG Kepatihan Wiradesa menjadi pihak yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan tersebut. Berdasarkan unggahan di media sosial resminya, menu MBG pada Selasa, 10 Maret 2026 terdiri dari roti susu, susu, salak, dan tahu kres untuk porsi besar. Sementara porsi kecil berisi roti susu, susu, dan salak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari SPPG Kepatihan terkait kejadian tersebut. Namun Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Pekalongan menyatakan telah menerima laporan dan langsung menindaklanjutinya.

“Sudah kami tindak lanjuti tadi setelah mendapat kabar,” tulis keterangan BGN Pekalongan.

Selama Ramadan, BGN memang menginstruksikan agar menu MBG disesuaikan dengan kondisi puasa, yaitu berupa makanan kering yang bisa dikonsumsi saat berbuka.

Namun sejak program tersebut berjalan pada 23 Februari 2026, sejumlah unggahan di media sosial kerap viral karena menyoroti kualitas menu MBG. Selain orang tua murid, pihak sekolah juga beberapa kali menyampaikan keluhan.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan BBM Aman di Tengah Konflik Global

Beberapa video dari guru bahkan memperlihatkan adanya tugas tambahan untuk memindahkan makanan dari kantong milik SPPG ke plastik lain sebelum dibagikan kepada siswa.

Kantong dari SPPG tersebut diperlakukan seperti ompreng MBG pada hari-hari sebelumnya, yakni dikumpulkan kembali dan dikembalikan ke dapur untuk digunakan lagi pada pembagian berikutnya.***

Tags

Terkini