PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Sorotan publik di media sosial mengarah pada praktik juru parkir liar di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang mematok tarif hingga Rp100 ribu per kendaraan. Aksi tersebut memicu keluhan warga, terutama di tengah meningkatnya aktivitas jelang hari raya.
Sebelumnya, aparat kepolisian telah mengamankan delapan orang yang diduga terlibat praktik pungutan parkir tidak wajar itu pada Selasa (17/2/2026). Penindakan ini dilakukan sebagai respons atas keresahan masyarakat terkait tarif yang dinilai memberatkan.
Baca Juga: 15 Asuransi BUMN Dilebur Jadi 3, Industri Siap Bertransformasi
Isu tersebut turut mendapat tanggapan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Dalam pernyataannya di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026, ia menegaskan bahwa praktik semacam itu tidak bisa ditoleransi, meski terjadi pada momen musiman.
"Itu sudah pahamlah kita. Bukan berarti kita toleransi, tapi semuanya juga ditertibkan," kata Rano.
Ia juga mengajak masyarakat memahami kondisi kepadatan yang disebutnya terjadi setahun sekali menjelang hari raya.
"Tapi marilah kita coba pahami, ini kan situasi setahun sekali. Ini macet dan ini setahun sekali, tidak apa-apa," imbuhnya.
Rano memastikan penertiban terhadap jukir liar tetap berjalan. Menurutnya, langkah tegas diperlukan agar tidak ada lagi tarif parkir yang dipatok seenaknya kepada warga.
"Tapi artinya jukir-jukir itu sudah dibenahi. Ya terpaksa ditindak juga, ada yang ditangkap, dikasih pembinaan, itu sudah hal biasalah," tuturnya.
Baca Juga: Kunjungi Pengungsian Korban Banjir di Aceh, Cinta Laura Soroti Keteguhan Anak-anak
Ia berharap upaya tersebut membawa perubahan yang lebih baik dalam beberapa hari ke depan. Satpol PP disebut telah dikerahkan bersama aparat kepolisian dan TNI untuk memperkuat pengawasan di lapangan.
"Kemudian kita juga ada pamong-pamong, Satpol PP khusus pariwisata juga sudah turun. Tapi artinya marilah kita sambut ini, ini kan awal, baru nih," sebutnya.
"Ya mudah-mudahan nanti, saya yakin dalam 2-3 hari akan jauh lebih tertib," tandas Rano.***