pontianak-insights

Lapangan Padel di Permukiman Cilandak Dikeluhkan Warga, Kebisingan Disebut Lewati Ambang Batas

Selasa, 17 Februari 2026 | 21:59 WIB
Foto ilustrasi olahraga padel yang kini tengah populer hingga memicu keluhan kebisingan dari lapangan di tengah permukiman warga. (Sumber: Freepik)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Olahraga padel mulai populer di Indonesia sejak 2024 dan semakin diminati sepanjang 2025. Olahraga yang memadukan unsur tenis dan squash ini dikenal santai serta mudah dimainkan oleh pemula, sehingga menarik banyak penggemar baru.

Seiring meningkatnya popularitas tersebut, lapangan padel pun bermunculan di berbagai wilayah. Namun, kehadirannya juga memunculkan persoalan baru, terutama terkait kebisingan bagi warga yang tinggal di sekitar fasilitas olahraga tersebut.

Baca Juga: Diduga Mabuk, Sopir Bus Harapan Jaya Diamankan Polisi di Jombang

Keluhan terbaru datang dari seorang warga di kawasan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan, yang menjadi viral di Instagram dan Threads. Melalui akun Threads @idhm, ia mengaku keluarganya telah terdampak kebisingan sejak Januari 2026 akibat aktivitas lapangan padel yang beroperasi hampir sepanjang hari.

“Bayangkan, dari jam 6 pagi hingga jam 12 malam. Dengan rata-rata permainan padel 2-3 jam per booking, mereka silih berganti menimpa kebisingan demi kebisingan,” tulisnya.

Ia menyebut dirinya bersama tetangga aktif mencatat dan mendokumentasikan suara bising sebagai bukti untuk dilaporkan. Pantulan suara bola dari bangunan lapangan padel dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan tempat tinggal mereka.

Hasil pengukuran kebisingan yang dilakukan menunjukkan angka 60–77 desibel. Angka tersebut dinilai melampaui ambang batas kebisingan di kawasan permukiman, yaitu sekitar 55 desibel pada siang hari dan 50 desibel pada malam hari.

Warga mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI). Selain itu, keluhan juga sudah disampaikan langsung kepada pihak pengelola lapangan.

“Kami telah menyampaikan langsung keresahan kepada tuan-tuan pengelola, namun tidak ada kesepakatan maupun langkah perbaikan yang konkret,” ungkapnya.

Ia berharap fasilitas olahraga yang hadir di tengah permukiman bisa memberi manfaat bagi masyarakat, bukan justru mengganggu kualitas hidup warga sekitar.

“Bukan sebaliknya, menjadi petaka kualitas hidup yang memaksa warga beradaptasi dengan kebisingan yang tak pernah mereka pilih,” lanjutnya.

Baca Juga: Tanpa Bantuan Perangkat Desa, Warga Wonorojo Perbaiki Jalan

Terkait izin lingkungan, ia menegaskan warga tidak pernah memberikan persetujuan atas pembangunan lapangan padel tersebut.

“Terkait izin lingkungan/ke rumah, sampai bangunan ini berdiri dan beroperasional, kami tidak pernah sekalipun mengizinkan/memberi dukungan dalam bentuk apapun,” tegasnya.

Di sisi lain, berdasarkan kolom komentar pada unggahan Instagram, pihak Kelurahan Gandaria Selatan menyatakan telah beberapa kali melakukan mediasi dengan melibatkan PPSU, Satpol PP, serta laporan lanjutan dari warga.***

Tags

Terkini