pontianak-insights

Sungai Jadi Jalan Sementara, Warga Aceh Tengah Tetap Rayakan Tradisi Meugang

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:53 WIB
Persiapan tradisi Daging Meugang di Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Aceh Tengah. (Dok. Instagram/serta_lia_gali)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TENGAH -- Warga Kemukiman Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah masih menghadapi kesulitan akses penyeberangan di Sungai Kala Ili.

Jembatan gantung yang direncanakan menghubungkan Desa Owaq dengan lima desa di Kemukiman Wih Dusun Jamat, yaitu Desa Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kute Reje, dan Reje Payung, ditargetkan baru selesai pada akhir Februari 2026.

Baca Juga: Demi Sekolah, Pelajar Ini Lewati Jembatan Goyang di Tengah Banjir

Kondisi akses yang terbatas tidak menyurutkan semangat masyarakat setempat untuk tetap menjalankan tradisi Meugang dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Kesulitan penyeberangan membuat mobil pengangkut kerbau tidak dapat melintas hingga ke desa tujuan dan harus berhenti di tepi sungai. Warga kemudian bekerja sama melangsir kerbau dengan cara ditarik menyeberangi Sungai Kala Ili.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @serta_lia_gali, terlihat sejumlah warga bergotong-royong menarik dua ekor kerbau melintasi sungai.

“Enam hari lagi, waktu normal warga di sana akan menghadapi Meugang bulan Ramadan tapi wilayah ini masih memprihatinkan,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut, dikutip pada Selasa (10/2/2026).

Tradisi Meugang sendiri merupakan budaya masyarakat Aceh yang dilakukan menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha dengan menyembelih sapi atau kerbau untuk dibagikan kepada masyarakat, terutama warga yang membutuhkan.

Tradisi ini telah berlangsung sejak masa Sultan Iskandar Muda di Kerajaan Aceh Darussalam dan kini menjadi bagian dari warisan budaya tak benda.

Dalam pelaksanaannya, daging dibagikan kepada masyarakat sekitar, sementara warga biasanya berkumpul dan makan bersama sambil menunggu pembagian daging.

Untuk mempermudah akses masyarakat, jembatan gantung sepanjang sekitar 100 meter sedang dibangun guna menghubungkan Desa Owaq dengan wilayah Kemukiman Wih Dusun Jamat. Hingga 9 Februari 2026, pembangunan jembatan tersebut telah mencapai sekitar 45,5 persen.

Baca Juga: Jalan Rusak Diduga Picu Kecelakaan Seorang Pelajar di Jakarta Timur

Proses pembangunan menghadapi tantangan medan yang cukup berat dan dikerjakan oleh personel TNI bersama jajaran Kodim 0106/Aceh Tengah.

Saat ini Aceh Tengah berada dalam status transisi darurat menuju pemulihan selama 90 hari, mulai 6 Februari hingga 6 Mei 2026. Pemerintah memfokuskan upaya pada rehabilitasi dan rekonstruksi sarana penting, pemulihan akses transportasi, pembangunan hunian, serta pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.***

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB