pontianak-insights

Dua Bulan Pascabanjir, Warga Desa Sekumur Masih Minum Air Keruh

Jumat, 6 Februari 2026 | 08:48 WIB
Warga Desa Sekumur, Aceh Tamiang yang bertahan dengan air keruh untuk kebutuhan sehari-hari. (Dok. Instagram/rifkyjafarthalib.official)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TAMIANG -- Kondisi Aceh Tamiang setelah banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025 lalu masih menyisakan persoalan serius bagi warga terdampak. Hingga dua bulan setelah bencana, sebagian masyarakat masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar, termasuk air bersih.

Desa Sekumur menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah. Banjir membawa kayu gelondongan dan lumpur tebal yang merusak rumah warga serta lingkungan sekitar. Setelah air surut, warga kini menghadapi krisis air bersih.

Baca Juga: Proyek Jembatan Mangkrak, Warga Sindir Pejabat Daerah Lampung Timur

Masyarakat Desa Sekumur terpaksa menggunakan air sungai yang keruh untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk diminum setelah dimasak.

“Air ambil dari sungai, bakal dipakai untuk air minum. Nanti akan dimasak,” ucap seorang bocah warga Desa Sekumur dalam video yang diunggah akun Instagram @rifkyjafarthalib.official pada Rabu, 4 Februari 2026.

Video tersebut juga memperlihatkan kondisi sumur warga yang masih dipenuhi lumpur sehingga airnya tetap keruh dan tidak layak konsumsi.

“Air sekeruh ini diambil dari sungai yang akan dimasak untuk dijadikan air minum, coba udah dua bulan Sekumur ini,” sambungnya.

Situasi tersebut membuat warga tidak memiliki banyak pilihan selain bertahan dengan kondisi yang ada, meskipun berisiko terhadap kesehatan.

“Kok mau ya minum air kotor itu? Ini sudah bukan mau apa nggak, tapi soal bertahan hidup, sudah nggak ada lagi kepikiran bakal sakit apa nggak, dalam keadaan tempat tinggal pun hancur, semua terasa mahal di sini,” tulis keterangan pemilik video.

Baca Juga: Teddy Bantah Isu Prabowo Pakai Dua Pesawat Kepresidenan

“Dua bulan bencana, Aceh belum baik-baik saja, apalagi di Desa Sekumur ini,” lanjutnya.

Berdasarkan catatan Kementerian Pekerjaan Umum, bencana hidrometeorologi di Aceh turut merusak infrastruktur air minum di berbagai daerah. Sebanyak 52 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 11 kabupaten dan kota terdampak, dengan gangguan kapasitas air mencapai 2.151 liter per detik.

Upaya pemulihan terus dilakukan secara bertahap oleh pemerintah bersama berbagai pihak. Selain itu, relawan dari sejumlah organisasi juga membantu dengan membangun sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak.***

Tags

Terkini