pontianak-insights

Nurul Akmal dan Ironi Nasib Atlet Berprestasi

Minggu, 1 Februari 2026 | 14:55 WIB
Curhatan atlet angkat besi asal Aceh, Nurul Akmal usai pelantikan PPPK Paruh Waktu. (Dok. Instagram/nurulakmal_12)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANDA ACEH -- Atlet angkat besi asal Aceh, Nurul Akmal, menyampaikan kegundahan hatinya usai diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Curahan itu ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya setelah menerima surat keputusan dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Kamis (29/1/2026). 

Baca Juga: Belasan Siswa Terluka, Bangunan Cagar Budaya Siak Kembali Disorot

Dalam unggahan foto mengenakan seragam Korpri berwarna biru, Nurul Akmal menegaskan dirinya tetap bersyukur meski status kepegawaiannya tidak sesuai harapan. Ia juga menyinggung sederet prestasi yang telah diraihnya selama berkarier sebagai atlet nasional.

“Tetap bersyukur walaupun P3K PW (Paruh Waktu). Padahal 2x OLY, 2x SEA Games, 2x Asian Games, 3x emas PON, dan lain-lainnya lagi. Yang tahu-tahu sudah paham lah, tetapi inilah hasilnya,” tulis Nurul Akmal, dikutip Minggu, 1 Februari 2026.

Pada unggahan berikutnya, atlet kelahiran Aceh Utara, 12 Februari 1993 itu, membeberkan daftar panjang prestasi yang ia raih sejak mulai menekuni angkat besi pada 2010, saat masih duduk di bangku kelas X SMA. Prestasi tersebut meliputi ajang nasional hingga internasional.

Nurul Akmal mencatat raihan medali perak Islamic Solidarity Games Baku 2017, emas test event Asian Games 2018, medali SEA Games Hanoi 2022 dan Kamboja 2023, hingga tampil di Olimpiade Paris 2024. Ia juga tercatat dalam sejarah sebagai atlet putri Indonesia pertama yang lolos Olimpiade Tokyo 2020 di kelas berat.

“Aku hanya bisa belajar menerima semuanya. Apakah aku tidak pantas untuk mendapatkannya (PNS)?” tulisnya.

Baca Juga: Kejar Penjambret, Malah Jadi Tersangka: Kasus Hogi Minaya Berakhir

Di kolom komentar, Nurul Akmal turut merespons anggapan warganet yang menyebut pendapatan atlet PON setara gaji ASN selama setahun. Menurutnya, status kepegawaian dibutuhkan untuk jaminan kehidupan setelah pensiun sebagai atlet.

“Kalau masih jadi atlet, kalau udah pensiun, kita cari untuk masa tua, bukan untuk sekarang,” jawab Nurul.

Ia juga mengungkapkan kebingungannya terkait harapan menjadi PNS yang hingga kini belum terwujud.

“Sama siapa berharap jadi PNS, usaha dan doa selalu, tapi hasilnya tetap P3K PW,” tambahnya.***

Tags

Terkini