pontianak-insights

Banjir Bandang Pemalang Bawa Batu dari Gunung Slamet, Desa Penakir Porak-Poranda

Minggu, 25 Januari 2026 | 13:34 WIB
Kondisi Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang yang diterjang banjir bandang dari hulu Gunung Slamet. (Dok. Instagram/pemalang.update)

PONTIANAKGLOBE.COM, PEMALANG -- Banjir bandang menerjang Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Jumat malam (23/1/2026), dan menyebabkan kerusakan parah di sejumlah dusun.

Material dari hulu Gunung Slamet berupa batu besar, gelondongan kayu, dan lumpur terbawa arus deras hingga menghantam permukiman warga.

Dusun Sawangan, Sarangan, dan Sigeblog menjadi kawasan terdampak paling parah, dengan kondisi lingkungan dipenuhi lumpur tebal dan tumpukan kayu.

Baca Juga: Longsor Dini Hari di Bandung Barat, Warga Tak Sempat Menyelamatkan Diri

Situasi tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @pemalang.update pada Minggu (25/1/2026). 

“Mengabarkan dari Penakir, Sarangan, full lumpur. Astaghfirullah,” ucap perekam video dalam unggahan tersebut.

Dalam rekaman itu, terlihat jalan-jalan di permukiman warga nyaris tak bisa dilalui karena tertutup kayu dan bebatuan. Batu-batu berukuran besar tampak berserakan dan menghantam rumah warga hingga mengalami kerusakan berat. Salah satu jembatan penghubung antarwilayah juga dilaporkan putus akibat terjangan arus banjir.

“Rumah hancur, batu ini berarti terbawa dari atas. Ini juga jembatan yang terputus,” ujar perekam video. Ia menyebut sedikitnya enam rumah terdampak di titik terparah.

“Di sini ada 6 rumah yang terdampak dan batu-batu dari atas. Ini daerah paling parah karena sampai batu-batu ini bisa turun ke bawah,” sambungnya.

Pemerintah Kabupaten Pemalang bergerak mengevakuasi warga ke sejumlah lokasi pengungsian yang dinilai aman. Dalam video terbaru yang diunggah Pemkab Pemalang pada Minggu (24/1/2026), disebutkan bahwa ratusan warga telah diungsikan ke gedung kecamatan, SD Penakir 2, gedung milik Nahdlatul Ulama (NU), serta beberapa posko darurat lainnya.

“Untuk di kecamatan kurang lebih 400 orang dan mungkin untuk di SD sekitar 600 atau lebih. Untuk yang masih di posko-posko yang kami anggap aman ada 4 RT dan 1 RT di madrasah,” kata Agus, Kepala Desa Penakir, di lokasi kejadian.

Baca Juga: Hampir 2 Bulan Pascabanjir Aceh, Dusun Sarah Raja Masih Terisolasi Tanpa Listrik dan Air Bersih

Agus menjelaskan, kebutuhan mendesak para pengungsi saat ini meliputi logistik, obat-obatan, alas tidur, dan selimut. Ia juga menyoroti perlunya perlengkapan khusus bagi bayi dan balita.

“Barangkali ada balita yang membutuhkan, kami juga butuh obat-obatan atau peralatan untuk balita atau bayi,” terangnya.

Sementara itu, data sementara per Sabtu, 24 Januari 2026 mencatat satu korban jiwa dalam bencana banjir bandang ini. Korban merupakan seorang laki-laki warga Dusun Wanasari, Desa Penakir.

Halaman:

Tags

Terkini