pontianak-insights

Di Tengah Bencana, Guru Nur Ali Hibahkan 7.500 Meter Tanah Demi Sekolah Anak Tapsel

Rabu, 21 Januari 2026 | 21:53 WIB
Mengintip kisah inspiratif seorang guru di Tapsel, Nur Ali yang menghibahkan tanah pribadinya untuk bangun sekolah usai banjir bandang. (Dok. Kemenag)

PONTIANAKGLOBE.COM, TAPANULI SELATAN -- Linimasa media sosial diramaikan oleh kisah ketulusan seorang guru bernama Nur Ali yang menghibahkan tanah seluas 7.500 meter persegi untuk pembangunan sekolah di Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.

Wilayah Tapsel sendiri sebelumnya diketahui menjadi salah satu daerah yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025.

Di tengah situasi pemulihan pascabencana, langkah Nur Ali menyumbangkan tanah demi pendidikan anak-anak setempat menuai simpati luas dari publik.

Baca Juga: Jalan Putus dan Jembatan Runtuh, Warga Aceh Tengah Terpaksa Seberang Sungai Pakai Tali Sling

Kisah tersebut pertama kali viral usai dibagikan oleh akun Instagram @folkative pada Rabu (21/1/2026). 

"Nur Ali, Guru yang hibahkan 7500 m2 tanahnya untuk bangun sekolah," tulis akun tersebut.

Hingga kini, unggahan itu telah disukai lebih dari 120 ribu pengguna Instagram. Kolom komentar pun dipenuhi doa dan ungkapan apresiasi dari warganet yang tersentuh oleh ketulusan sang guru.

"Semoga dibalas pahala yang berlimpah, dan doa dari semua orang yang terbantu nantinya," ungkap warganet dengan akun @ariefmohamad99.

"Sehat-sehat selalu, Bu. Berkah senantiasa mengiringi perjalanan hidupmu," tutur warganet lainnya melalui akun @shandra.sp.

Pengalaman hidup Nur Ali yang pernah bekerja di berbagai tempat, termasuk di Arab Saudi, membentuk kesadarannya akan pentingnya pendidikan, khususnya pendidikan agama.

“Dulu di Angkola Selatan belum ada madrasah," ungkap Nur Ali sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Agama, Rabu (21/2026). 

"Dari situlah muncul niat saya dan suami, kalau suatu hari punya rezeki membeli tanah, kami ingin menghibahkannya untuk madrasah,” tuturnya.

Baca Juga: Curhatan Guru Honorer Menggema di Medsos, Keadilan Gaji Pendidikan Kembali Dipertanyakan

Niat tersebut tidak berhenti sebagai angan. Dengan penuh perjuangan, Nur Ali bersama sang suami membeli sebidang tanah yang kini telah resmi dihibahkan kepada negara melalui Kementerian Agama.

Ia menegaskan bahwa tanah tersebut sejak awal ditujukan untuk kepentingan madrasah, bukan sebagai aset keluarga.

Halaman:

Tags

Terkini