PONTIANAKGLOBE.COM, KARAWANG -- Banjir besar yang melanda Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Senin (19/1/2026), menjadi sorotan luas publik di media sosial. Sejumlah unggahan memperlihatkan kondisi permukiman warga yang terendam parah hingga nyaris tak menyisakan bagian bangunan selain atap.
Melalui unggahan akun Instagram @karawanginfo_official pada Selasa (20/1/2026), tampak banjir merendam rumah-rumah warga hingga setinggi atap.
Baca Juga: Sudewo Terjaring OTT KPK, Malam-Malam Dikawal Ketat Tinggalkan Polres Kudus
Bahkan, rumah panggung yang sebelumnya dibangun Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang dikenal dengan sapaan KDM, juga ikut terendam air.
“Kondisi terkini rumah panggung KDM di Kampung Kampek, Desa Karangligar, Telukjambe Barat Karawang,” tulis akun tersebut.
Dalam unggahan yang sama disebutkan bahwa ketinggian air banjir di wilayah itu mencapai lebih dari tiga meter. Air tidak hanya menggenangi lantai dasar, tetapi juga sudah memasuki bagian atas rumah panggung.
“Karena banjirnya lumayan tinggi mencapai lebih 3 meter sehingga lantai atasnya ikut kebanjiran juga,” tulis unggahan tersebut.
“Sedangkan rumah warga di sekitarnya banjir sampai ke atap rumah,” lanjut keterangan itu.
Dampak banjir tidak hanya dirasakan di kawasan permukiman, tetapi juga fasilitas pendidikan. Sekolah-sekolah di Desa Karangligar dilaporkan ikut terendam, termasuk SMPN 1 Telukjambe Barat.
Dalam unggahan lain yang dibagikan ulang oleh akun @karawanginfo_official, terlihat sejumlah ruangan sekolah tersebut digenangi banjir. Masjid sekolah, ruang guru, hingga ruang kelas nyaris tak terlihat karena tertutup air.
“Masjid dan ruangan guru terendam, hanya tersisa atapnya saja yang terlihat,” ungkap seorang warga dalam video yang diunggah pada Senin (19/1/2026).
Baca Juga: Bertemu PM Starmer, Prabowo Bawa Agenda Besar RI–Inggris
Warga tersebut juga menggambarkan kedalaman banjir dengan membandingkannya pada tiang net lapangan voli di area sekolah.
“Itu juga ada tiang net lapangan voli, hanya tersisa segitu, tinggal bayangkan saja kedalamannya,” tandasnya.
Melihat kondisi yang dinilai semakin mengkhawatirkan, sejumlah warganet menyarankan agar warga Desa Karangligar segera direlokasi ke tempat yang lebih aman. Mereka menilai wilayah tersebut sudah tidak layak huni karena kerap dilanda banjir dengan ketinggian ekstrem.***