pontianak-insights

Banjir Datang Lagi, Maninjau dan Kuranji Jadi Sorotan

Jumat, 2 Januari 2026 | 16:49 WIB
Banjir susulan yang masih terjadi di Sumatera Barat. (Dok. Instagram/zeki_satria.)

PONTIANAKGLOBE.COM, AGAM -- Penanganan banjir yang melanda Sumatera Barat pada akhir November 2025 belum sepenuhnya usai. Sejumlah daerah kini kembali dilanda banjir susulan yang memperparah kondisi pemukiman dan infrastruktur warga.

Banjir terbaru terjadi di Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Air bercampur lumpur dan material longsor kembali menerjang kawasan tersebut, menyebabkan akses jalan terputus dan aktivitas warga lumpuh.

Baca Juga: Mobil PLN Terjebak Lumpur, Solidaritas Warga Aceh Jadi Penyelamat

Dalam video yang diunggah akun Instagram @zeki_satria pada Jumat (2/1/2026), terlihat jalanan tertutup lumpur dan batu besar akibat longsor yang kembali terjadi.

“Kesekian kalinya longsor hempas Maninjau, tepatnya di Pasar Maninjau, Kenagarian Maninjau. Pagi ini kondisinya makin parah,” tulis akun tersebut.

Endapan lumpur membuat bongkahan batu menumpuk di badan jalan hingga kendaraan tak dapat melintas. Aliran air juga tampak mengalir deras di tengah jalan, memperburuk kondisi akses warga.

Banjir juga melanda wilayah Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada Jumat pagi. Hujan deras yang turun sejak malam hari membuat debit air meningkat dan masuk ke kawasan permukiman.

Melalui unggahan akun Instagram @infopastiminang_, terlihat air berwarna cokelat pekat mengalir deras hingga masuk ke dalam rumah warga. Kepanikan pun terdengar dari suara warga yang meminta pertolongan.

“Tolong pak, air sudah masuk ke rumah kami, Pak. Rumah kami runtuh,” ucap seorang warga dalam video tersebut.

Baca Juga: Mendagri Tito: Jangan Salahkan Pemerintah Kalau Data Korban Bencana Belum Masuk

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

BMKG menyebut dinamika atmosfer masih aktif dan berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang di Sumatera Barat hingga 4 Januari 2026.***

Tags

Terkini