PONTIANAKGLOBE.COM, BANDA ACEH -- Semangat gotong royong warga Aceh kembali mencuri perhatian publik di tengah proses pemulihan pascabencana di Sumatera. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan puluhan warga turun tangan membantu mobil petugas PLN yang terjebak di jalan berlumpur.
Video tersebut diunggah akun Instagram @girlstorychat pada Jumat (2/1/2026). Dalam rekaman itu, warga bersama petugas PLN bahu-membahu menarik kendaraan menggunakan tali tambang agar bisa melewati medan berat dan licin.
“Salut buat warga Aceh, demi memastikan listrik tetap menyala di awal 2026, warga kompak turun tangan demi membantu petugas PLN yang terjebak di jalan berlumpur,” tulis akun tersebut.
Baca Juga: Mendagri Tito: Jangan Salahkan Pemerintah Kalau Data Korban Bencana Belum Masuk
Aksi itu dilakukan agar kabel serta peralatan kelistrikan dapat sampai ke lokasi tujuan. Warga dan petugas terlihat bekerja sama tanpa ragu meski kondisi jalan belum sepenuhnya pulih.
“Warga dan petugas saling bantu supaya kabel dan peralatan listrik bisa sampai ke tujuan,” lanjut keterangan unggahan itu.
“Semangat gotong royong ini bikin pekerjaan jadi lebih ringan,” tambahnya.
Di tengah momen tersebut, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Aceh bersama Dinas Perhubungan merilis pembaruan kondisi lalu lintas di sejumlah wilayah Aceh pada awal 2026.
Informasi ini disampaikan untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa pemulihan infrastruktur pascabencana.
Secara umum, mayoritas jalur utama telah dapat dilalui kendaraan. Namun, beberapa titik di jalur tengah dan pesisir masih membutuhkan kewaspadaan ekstra karena kerusakan jalan dan jembatan.
BPTD mengimbau pengguna Lintas Tengah yang menghubungkan Bener Meriah, Gayo Lues hingga Aceh Tenggara agar berhati-hati. Sejumlah ruas jalan masih dalam tahap perbaikan.
“Penggunaan kendaraan dengan spesifikasi Roda Dua (R2) dan 4x4 sangat disarankan di beberapa titik rawan di Lintas Tengah,” jelas BPTD dalam keterangan resminya, Jumat (2/1/2026).
Baca Juga: 600 Huntara dalam 8 Hari, Prabowo Tunjukkan Standar Baru Penanganan Bencana
Beberapa kawasan seperti Aceh Jaya, Aceh Barat, hingga Lintas Timur Aceh Tamiang menuju Sumatera Utara dilaporkan mengalami kerusakan jalan akibat banjir dan curah hujan tinggi.
Selain itu, sejumlah jembatan putus dan jalan amblas juga ditemukan di wilayah Aceh Timur, Bireuen, hingga Gayo Lues.
Meski tantangan masih ada, aksi solidaritas warga Aceh menunjukkan bahwa semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.***