pontianak-insights

Empat Kampung Hilang: Aceh Hadapi ‘Tsunami Kedua’ Versi Mualem

Selasa, 2 Desember 2025 | 09:26 WIB
Menyoroti fakta terkini bencana banjir bandang yang melanda wilayah Provinsi Aceh, pada Senin, 1 Desember 2025. (Dok. Polda Aceh)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH -- Banjir bandang yang melanda Aceh meninggalkan kerusakan berat di sejumlah wilayah hingga Senin, 1 Desember 2025. Situasi itu disampaikan langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, saat Apel Tim Recovery Bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Minggu, 30 November 2025.

Mualem menggambarkan bencana tersebut sebagai 'tsunami kedua' bagi Aceh, merujuk pada kehancuran yang terjadi di beberapa kawasan. Ia mengungkapkan, empat kampung di Sawang, Jambo Aye (Aceh Utara), dan Peusangan (Bireuen) hilang tersapu banjir bandang.

“Malam itu, 4 kampung hilang entah ke mana, jadi Aceh sekarang seperti tsunami kedua,” ujar Mualem.

Baca Juga: Banjir Sumut–Aceh: Prabowo Klaim Negara Mampu Atasi, Fakta di Lapangan?

Gubernur memastikan penanganan darurat dilakukan cepat di 18 titik kabupaten dan kota. Pembukaan akses darat menjadi prioritas agar bantuan bisa segera menjangkau warga, terutama desa yang terisolasi.

“Tugas kita adalah melayani mereka yang terdampak,” katanya.

“Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan.”

Pada Senin, bantuan logistik mulai masuk ke beberapa daerah terisolasi, termasuk Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang. Namun volume bantuan masih terbatas karena sebagian besar wilayah hanya bisa dicapai lewat udara akibat kerusakan jalan.

Sekda Aceh, M. Nasir, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Bailey penghubung Bireuen–Aceh Utara telah dimulai sejak Minggu untuk mempercepat arus logistik.

“Konektivitas Bireuen-Aceh Utara sudah mendapatkan solusi. Pembangunan jembatan Bailey hari ini sudah mulai dikerjakan,” ujarnya. “Targetnya tiga hari selesai dan bisa dilalui.”

Di lapangan, tim penyelamat bersama personel Polda Aceh juga bekerja mempercepat upaya evakuasi.

Baca Juga: Kemenkum Kalbar Tambah Wawasan Mahasiswa akan Kekayaan Intelektual

Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, menyeberangi Sungai Tingkeum di Kutablang, Bireuen, untuk mencapai kawasan terdampak di Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Pada operasi itu, muncul momen yang mengharukan ketika seorang ibu meminta bantuan setelah lima hari terjebak.

“Bapak Kapolda, kami sudah lima hari terjebak di sini, tolong kami,” ucapnya.

Halaman:

Tags

Terkini