pontianak-insights

Akses Masih Lumpuh, Suharyanto Kerahkan 50 Tentara Jalan Kaki Bawa Logistik ke Warga Terjebak

Senin, 1 Desember 2025 | 12:15 WIB
Kepala BNPB beberkan skema distribusi bantuan untuk daerah yang masih terisolir. (Dok. bnpb.go.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kepala BNPB Suharyanto mengatakan akses menuju Tapanuli Utara, Sibolga, dan Tapanuli Tengah masih sulit ditembus, sehingga distribusi logistik bagi warga terdampak banjir dan longsor belum berjalan optimal.

“Memang kondisi ini belum baik, tapi dibandingkan dengan 2 hari lalu, dengan kemarin, saya yakin ada kemajuan yang cukup signifikan,” ujarnya dalam konferensi pers Sabtu sore, 29 November 2025.

Baca Juga: Bukan Penjarahan? Ini Penjelasan BNPB Soal Warga Rebut Bantuan

Ia menjelaskan bahwa sejak hari pertama bencana, satgas gabungan TNI, Polri, dan Dinas PU terus bekerja menembus jalur Tapanuli Utara menuju Sibolga yang mengalami longsor terparah.

“Mudah-mudahan dalam 3 sampai 4 hari ke depan bisa tembus, karena panjang sekali longsorannya,” kata Suharyanto.

Peninjauan udara yang dilakukan pejabat daerah juga menunjukkan kondisi medan yang tidak bisa dilewati.

“Tadi Bapak Gubernur, Pangdam, Kapolda meninjau dari atas. Begitu rapat koordinasi, sudah nggak bisa lagi ditembus,” jelasnya.

Di lokasi yang terisolir itu masih ada warga yang menunggu bantuan. Karena itu, BNPB mengerahkan puluhan prajurit membawa logistik dengan berjalan kaki.

“Mereka sudah berjam-jam, berhari-hari, mungkin ada yang lebih dari sehari dan membutuhkan logistik air minum. Nah, kami membentuk satgas gabungan lewat darat dengan tentara,” ucapnya.

“Besok pagi bergerak, 50 orang menggunakan ransel isinya air, beras, makanan untuk masuk ke situ, melayani para pejalan yang terjebak di situ,” lanjutnya.

Sementara itu, bantuan juga dikirimkan lewat udara dengan helikopter berkapasitas besar.

“Jadi, logistik-logistik itu dilempar ke bawah. Harapannya meskipun mereka menunggu sampai tembusnya jalan yang sedang dikerjakan oleh alat berat, mereka bisa terlayani kebutuhannya,” imbuh Suharyanto.

Suharyanto juga mengabarkan kondisi Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri, yang sempat dikabarkan hilang. Ia ternyata berada di wilayah terputus aksesnya.

“Dia pulang ke Sibolga jalan satu hari di medan terjal begitu, kami perkirakan masih 20 km yang harus ditembus menuju Sibolga dan menuju Tapanuli Tengah,” ujarnya.

Menurut laporan BNPB, Kota Sibolga masih terisolir dan hanya bisa menerima bantuan melalui laut dan udara.

Halaman:

Tags

Terkini