“Sibolga harus lewat laut dan lewat udara. Tetapi, Tapanuli Tengah ini bisa diakses lewat darat asal bantuannya lewat Pinangsori,” kata Suharyanto.
Ia menegaskan operasi udara akan terus dilakukan hingga kondisi membaik.
“Tidak ada batasan, tanggap darurat ini juga akan diperpanjang ya tergantung nanti situasi di lapangan. Sekarang belum, masih jauh tapi semakin bertambahnya waktu harus lebih baik,” katanya.
Baca Juga: Merasa Difitnah, Ini Isi Hati Ira Puspadewi Setelah Bebas
Berdasarkan data sementara dari tanggal 29 November 2025, tercatat 600 kepala keluarga mengungsi di satu titik di Tapanuli Utara.
Tapanuli Tengah sebagai daerah paling parah mencatat 1.100 kepala keluarga berada di satu titik pengungsian. Sementara Sibolga belum bisa ditembus kecuali untuk pengiriman logistik lewat udara.***
Artikel Terkait
Begini Fakta Terkini Bencana Tambang Longsor di Cirebon: Telan 14 Korban Tewas, 8 Orang Dilaporkan Hilang
Kemensos Gelontorkan Bansos bagi Komunitas Budaya dan Siaga Bencana di Pontianak
9 Kecamatan Terdampak: Sumut Dilanda Bencana Beruntun
174 Orang Meninggal! Inilah Kondisi Terkini Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Siklon Ganda Picu Bencana, BNPB Ungkap Kerusakan Menggila di Tapanuli Tengah
Banjir Bandang hingga Longsor: Agam Dilanda Bencana Terburuk dalam Tahun Ini