pontianak-insights

Operasi Udara TNI Dirombak Total: 76.500 Ton Bantuan Dikirim, Wilayah Terisolasi Jadi Alarm Darurat

Minggu, 30 November 2025 | 07:44 WIB
TNI telah mendistribusikan sejumlah bantuan darurat untuk wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumut. (Dok. Sekretariat Presiden)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- TNI terus mempercepat pengiriman bantuan darurat bagi wilayah yang terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara dan Aceh. Pangkodau I, Marsda TNI Muzafar, menyampaikan bahwa bantuan yang masuk melalui Posko TNI di Lanud Halim Perdanakusuma telah mencapai 92.500 ton.

Dari jumlah tersebut, 76.500 ton sudah diterbangkan menuju berbagai titik terdampak seperti Medan, Banda Aceh, Sultan Iskandar Muda (SIM), Padang, Sibolga, dan sejumlah wilayah lain di Sumatera.

“Kita salurkan melalui pesawat helikopter yang sebanyak 11 yang tadi saya sampaikan,” ujar Marsda TNI Muzafar pada Sabtu, 29 November 2025.

Baca Juga: Kombes Budi Hermanto Tegaskan Pemeriksaan ABH Tak Bisa Disamakan dengan Dewasa

Distribusi bantuan dilakukan melalui jalur udara mengingat sebagian daerah masih terputus akibat rusaknya infrastruktur dan cuaca ekstrem. TNI mengerahkan 11 helikopter lintas matra dari TNI AD, AL, dan AU, ditambah dukungan helikopter Basarnas untuk menjangkau wilayah yang tidak dapat diakses lewat darat.

“Daerah terisolir menjadi prioritas utama. Maka dari itu seluruh unsur helikopter yang kita punya, ditambah helikopter Basarnas, kita kerahkan,” ujar Muzafar.

Selain bantuan pangan, berbagai perlengkapan teknis juga dikirimkan untuk mendukung pemulihan layanan komunikasi dan energi. Bantuan dari sejumlah instansi turut dikerahkan, termasuk dari PLN yang mengirimkan perangkat darurat.

“Jadi jenis bantuannya itu yang dari PLN untuk emergency BTS darurat kemudian bahan-bahan pokok makanan,” katanya.

Peralatan tersebut digunakan untuk memulihkan jaringan komunikasi di lokasi yang sebelumnya sempat terputus total.

Pengiriman tenaga medis juga dipercepat untuk memperkuat pelayanan kesehatan di daerah terpencil. Tim dokter dan perawat dari RSPAD diterbangkan menggunakan helikopter ke wilayah yang membutuhkan penanganan langsung.

“Tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat sudah kita berangkatkan ke sana menggunakan helikopter karena butuh di daerah-daerah yang terisolir,” jelas Muzafar.

Menurutnya, kehadiran tim medis sangat dibutuhkan mengingat banyak titik pengungsian yang masih kekurangan layanan kesehatan dasar, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Baca Juga: Prabowo Sentil Pejabat Nakal: Mark Up Masih Menggurita

Hingga Sabtu malam, operasi udara terus diperluas untuk memastikan seluruh bantuan dapat sampai dengan cepat.

Walau cuaca masih berubah-ubah, TNI memastikan pengiriman dilakukan melalui jalur paling aman dengan koordinasi bersama Basarnas, PLN, dan berbagai instansi lain di bawah komando satuan penanganan bencana nasional.***

Tags

Terkini