PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Open Karate Championship dan Beginner 2025 FORKI Kalbar resmi dimulai pada 14–16 November 2025 di GOR Pangsuma, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pontianak Selatan.
Tahun ini, sebanyak 1.213 nomor pertandingan dipertandingkan dengan total 923 peserta dari berbagai daerah.
Baca Juga: Sejarah Karate Aliran Shotokan Warisi Akar Shuri-te Okinawa, Peletak Dasar Karate Modern
Ketua Panitia, Heriyadi, menyebut jumlah nomor yang dilombakan tahun ini menjadi salah satu yang terbanyak sepanjang penyelenggaraan Kejurprov FORKI Kalbar.
“Total nomor yang dipertandingkan mencapai 1.213. Cukup ramai, bahkan mungkin yang terbesar. Karena ini level provinsi—level tertinggi—jadi banyak yang ikut,” kata Heriyadi, Jumat, 14 November 2025.
Ia menegaskan bahwa 1.213 nomor tersebut merupakan total dari seluruh kategori, bukan jumlah atlet secara individu.
Satu atlet bisa turun di lebih dari satu nomor.
“Mulai dari junior, beginner, sampai veteran ada semua. Saya sendiri mungkin ikut di kategori veteran. Untuk veteran sifatnya lebih ke exhibition, jadi tidak masuk perhitungan juara umum,” ujarnya.
Kategori yang dipertandingkan mencakup beragam kelompok usia, termasuk pelajar, mahasiswa, hingga veteran.
Dalam karate, terdapat nomor perorangan seperti kata, serta nomor beregu yang melibatkan tiga hingga lima atlet.
“Untuk nomor beregu, nanti akan kami cek kembali mekanismenya,” tambahnya.
Kejurprov tahun ini juga menjadi momentum penting dalam proses seleksi atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, sekaligus peluang bagi atlet terbaik untuk melaju ke Pekan Olahraga Nasional (PON).
Baca Juga: Sejarah Karate Aliran Goju-ryu Didirikan Chojun Miyagi Perpaduan Okinawa dan Teknik Beladiri Cina
Selain Kejurprov, panitia juga menggelar Open Tournament untuk peserta umum yang mewakili klub atau perguruan, serta kategori Beginner yang menjadi wadah pengembangan atlet pemula.
Sebelumnya, Pengurus Provinsi FORKI Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Ketua Umum dr Karolin Margret Natasa MH menegaskan komitmennya dalam program pembinaan dan peningkatan prestasi atlet, pelatih, dan wasit.