PONTIANAKGLOBE.COM, MEMPAWAH -- Sebanyak 27 siswa SMA Negeri 1 Siantan mengikuti pelatihan jurnalistik bertajuk “Mencetak Jurnalis Muda yang Kreatif, Kritis, dan Bertanggung Jawab di Era Digital” yang berlangsung pada Kamis (13/11) hingga Jumat (14/11).
Kegiatan itu menghadirkan Dosen Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Kampus II Pontianak, Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa, Samuel SE MM.
Ia sebagai narasumber utama yang membimbing para peserta mengenal dasar-dasar dunia jurnalistik, mulai dari fotografi, videografi, hingga penulisan berita berbasis etika dan tanggung jawab sosial.
Baca Juga: Dari Junior hingga Veteran, 1.213 Nomor Warnai Kejurprov Karate FORKI Kalbar 2025
Dalam sambutan pembuka, Waka Kesiswaan SMA N 1 Siantan, Naomah SPd berharap agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.
“Semoga kalian bisa ikuti pelatihan ini dengan baik. Jangan sia-siakan pengetahuan dan materi yang diberikan,” ujarnya (13/11).
Naomah juga menekankan bahwa kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan adalah hal yang langka dan perlu dirawat dengan semangat belajar yang berkelanjutan.
Sementara itu, Waka Kurikulum, Husna, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan jurnalistik itu merupakan yang pertama setelah baru terbentuk ekstrakurikuler jurnalistik yang kurang lebih sudah setahun berjalan di SMA Negeri 1 Siantan.
“Pelatihan ini menjadi wadah baru bagi siswa untuk memperdalam kemampuan menulis sekaligus menyuarakan kabar baik dan prestasi sekolah,” tambah Husna, (13/11).
Baca Juga: Krisis Keteladanan dan Krisis Motivasi
Husna juga menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Sekolah yang berhalangan hadir karena kegiatan di luar, namun tetap memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya pelatihan tersebut.
Sebagai narasumber, Samuel membawakan materi yang dirancang secara sistematis melalui sesi berjenjang.
Pada hari pertama, siswa diajak memahami “dasar-dasar kerja jurnalistik”, “melatih kepekaan etis dalam meliput”, serta mengenal “teknik dasar fotografi, video, dan penulisan liputan”.
Dalam paparannya, Samuel menekankan bahwa jurnalisme sejati bukan sekadar menyampaikan berita, tetapi juga menjaga nurani publik dan martabat manusia.