Pelatihan Jurnalistik di SMAN 1 Siantan, Ungkap Potensi Besar Jurnalis Muda Era Digital

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Kamis, 13 November 2025 | 14:53 WIB
Dokumentasi Hari Pertama , Dasar Jurnalistik - SMA N 1 Siantan (Samuel)
Dokumentasi Hari Pertama , Dasar Jurnalistik - SMA N 1 Siantan (Samuel)

“Tugas jurnalis bukan hanya mencari fakta, tapi juga menjaga martabat manusia,” tegasnya, (13/11).

Baca Juga: Natalius Pigai: Bullying Bukan Pelanggaran Etika, Tapi Pelanggaran HAM

Melalui pendekatan filosofis dan praktis, para siswa diajak menghayati empat dasar utama jurnalistik, pertama tentang “Pengambilan Foto”.

Dia menekankan bahwa lensa ibarat representasi untuk melihat dunia dengan mata yang jujur, memahami komposisi dan cahaya alami, serta beretika dalam memotret.

Dalam hal ini, siswa-siswi diajak untuk, “Hunting Foto di Lingkungan Sekolah” dengan tema Kehidupan Sekolah.

Bagian kedua yakni tentang ‘Pengambilan Video’. Pokok dari materi kedua ini bertujuan untuk menghidupkan cerita melalui gerak dan suara dengan teknik steady shot, ambient sound, dan angle bercerita.

Teori pengambilan video itu dilengkapi dengan praktik untuk membuat “Mini Vlog Sekolah” berdurasi 1 menit bertema seputar sekolah dan kecocokan siswa-siswi dalam konten yang akan mereka buat.

Setelah itu, bagian pokok ke tiga yakni tentang, menulis laporan liputan.  

Samuel menegaskan bahwa pokok dan inti dari pemberitaan yakni tentang menulis kebenaran bersamaan dengan struktur 5W + 1H, kalimat aktif, dan gaya bahasa yang jernih.

Dalam bagian ke tiga ini, peserta siswa-siswi diajak untuk Praktik membuat “Laporan Mini” berdasarkan hasil foto dan video, yang kemudian dikumpulkan pada hari ke dua (14/11/2025).

Menutup rangkaian teoritis dan praktik dari dasar-dasar jurnalistik, narasumber menggarisbawahi dalam kegiatan jurnalistik yang paling pokok yakni tentang ‘Menghargai Manusia’.

Dalam materi ini, Samuel menegaskan bahwa jurnalisme lahir dari empati, dengan menghormati privasi, izin, dan konteks narasumber.

Sebagai refleksi, siswa diminta untuk merenungkan pertanyaan tentang etika berita dan nilai kemanusiaan dalam media.

Samuel juga menyoroti tantangan jurnalisme di era digital, seperti maraknya hoaks, disinformasi, dan tekanan viralitas yang kerap mengaburkan etika publikasi. Ia mendorong para siswa untuk menjadi generasi yang berpikir kritis, memeriksa fakta, dan menulis dengan tanggung jawab moral.

Sebagai penutup hari pertama, peserta diberi Mini Proyek “Jurnalis Sekolah” berupa satu paket karya liputan sederhana yang terdiri dari satu foto utama, satu video pendek, dan satu paragraf laporan disertai refleksi pribadi berjudul “Apa arti menjadi jurnalis muda?”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Sumber: Samuel, S.E., M.M.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X