pontianak-insights

Fakta Baru Tragedi SMAN 72: Pelaku Diduga Terinspirasi dari Konten Radikal

Sabtu, 8 November 2025 | 15:33 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit ungkap fakta terbaru soal ledakan di Masjid SMAN 72. (Dok. Instagram/listyosigitprabowo)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan perkembangan terbaru terkait kasus ledakan bom rakitan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang terjadi pada Jumat, (7/11/2025). Dalam pernyataannya, Kapolri memastikan bahwa terduga pelaku merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut.

“Terduga pelaku saat ini merupakan salah satu siswa, ya, di SMA tersebut,” ujar Listyo kepada awak media pada Sabtu, (8/11/2025).

Baca Juga: Meriah! Pesparani Katolik Pertama di Kalbar Resmi Dibuka, Ini Pesan Gubernur Ria Norsan

Dengan temuan ini, fokus penyelidikan bergeser dari dugaan aksi teror eksternal menjadi persoalan internal yang berkaitan dengan dinamika di lingkungan sekolah. Polisi kini mendalami motif di balik tindakan yang menyebabkan puluhan korban luka tersebut.

Listyo juga menyampaikan kondisi kesehatan terduga pelaku yang kini mulai membaik setelah menjalani perawatan intensif.

“Yang jelas untuk terduga pelaku kondisinya semakin membaik, ya, dan mudah-mudahan itu juga akan mempermudah kita nanti pada waktunya apabila kita butuhkan,” katanya.

Sementara itu, beberapa korban yang mengalami luka berat masih dirawat di rumah sakit, sebagian di antaranya berada di ruang ICU.

“Sementara untuk yang dirawat di ICU memang membutuhkan perawatan khusus, tidak boleh berinteraksi dengan masyarakat,” jelasnya.

Kapolri menambahkan bahwa langkah isolasi dilakukan untuk mencegah risiko infeksi.

“Sehingga kemudian tidak terjadi potensi peradangan ataupun infeksi. Saya kira itu, sehingga dibutuhkan isolasi,” sambungnya.

Lebih lanjut, Sigit mengungkapkan bahwa penyidik kini menelusuri kemungkinan adanya pengaruh ideologi tertentu atau paparan dari konten di dunia maya yang bisa memengaruhi tindakan pelaku.

“Tentunya itu juga menjadi bagian yang kita dalami. Apakah dia ikut paham tertentu? Apakah terpapar oleh suatu konten ataukah mungkin juga hal-hal yang membuat dia tertarik dan sebagainya,” ujar Sigit.

Baca Juga: Truk Rem Blong Tabrak Beruntun di Semarang, Tiga Kendaraan Terguling

Meskipun sejauh ini baru satu orang yang ditetapkan sebagai terduga pelaku, Kapolri menegaskan penyelidikan belum berhenti.

“Saat ini masih satu yang kita dapati. Namun kita tidak berhenti sampai di situ. Kita terus melakukan penyisiran, apakah ada pihak-pihak lain,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini