Perawatan sport massage digunakan membantu para atlet bersiap untuk berolahraga atau berkompetisi, selain itu membantu mengembalikan kebugaran tubuh atlet setelah latihan berat atau mengikuti pertandingan sebagai modalitas yang terintegrasi untuk penanganan rehabilitasi cidera atau disfungsi fisik tertentu dalam profesionalitas olahraga.
Terapis sport massage merupakan bagian terpenting dari tim pendukung atlet selain pelatih. Terapis sport massage mengatasi masalah secara luas dalam mengoptimalkan gerakan biomekanik dan fungsi fisiologis atlet terkait dengan kinerja yang sangat berkontribusi pada cidera olahraga serta menangani perawatan rehabilitasi (Us & Oddsson 2011).
Teknik yang diberikan pada sport massage yaitu, effleurage, kompres, broadening, petrissage, frictions, stripping, thumb edging, tapotement, slapping, cupping, pounding, dan skin rolling (Jayadi 2024).
Barangkali diperlukan penjelasan yang lebih mendalam terkait mata kuliah khusus pada program studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi khususnya di kampus San Agustin, untuk menghindari kebingungan bagi para pemangku kepentingan yang berkecimpung erat di bidang keolahragaan, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga, dalam mencari tenaga terapis sport massage, terkait dengan pelatih profesional mengenai tuntutannya terhadap kehadiran terapis sport massage, dengan memiliki kesadaran bahwa atlet bukanlah robot, atlet bukanlah pelampiasan ambisi untuk meraih kemenangan tanpa menyadari bahwa yang dibutuhkan adalah relaksasi otot dan sendi, dan atlet bukanlah kelinci percobaan setiap metode latihan diterapkan, kesejahteraan atlet mungkin harus selalu diperhatikan bukan hanya sekedar bermimpi untuk meraih prestasi.
*Penulis adalah Dosen PJKR di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Kampus I Ngabang, Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan (Ngabang Kabupaten Landak).