pontianak-insights

Erick Thohir Tegas Tak Mau Balik ke Masa Lalu, tapi Siapa Masa Depan Garuda?

Senin, 27 Oktober 2025 | 08:58 WIB
Menyoroti kegagalan Timnas Indonesia di ajang Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 di era tim kepelatihan Patrick Kluivert. (Dok. Instagram.com/@patrickkluivert9)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kekosongan kursi pelatih Timnas Indonesia kembali memantik perdebatan di kalangan publik sepak bola nasional. Setelah berakhirnya kerja sama dengan Patrick Kluivert pasca kegagalan di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, arah baru Tim Garuda kini menjadi tanda tanya besar.

Isu kembalinya Shin Tae-yong (STY) sempat mencuat, namun Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memastikan peluang itu sudah tertutup. Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, (23/10/2025), Erick menegaskan bahwa federasi ingin menatap masa depan dengan pelatih baru yang membawa pembaruan.

“Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert itu masa lalu, sebaiknya kita fokus ke depan,” ujar Erick.

Baca Juga: Di Tengah Ketegangan Global, Prabowo Tunjukkan Wajah Sejati Pemimpin Asia

Kegagalan Timnas di babak kualifikasi menjadi cermin dari ketidaksiapan menerapkan strategi baru. Dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak memperlihatkan bahwa perubahan gaya bermain di bawah arahan Kluivert belum berjalan efektif.

Mantan asisten pelatih STY, Jeong Seok Seo alias Jeje, dan anggota DPR sekaligus penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, turut menyoroti kondisi ini. Keduanya menilai perbedaan filosofi antara Kluivert dan STY menjadi faktor utama menurunnya performa tim.

Jeje menyebut pergantian formasi dari tiga bek menjadi empat bek membuat pemain kehilangan karakter permainan.

“Perubahan itu sangat berpengaruh. Pemain Indonesia lebih nyaman dengan pola bertahan yang terorganisir. Kalau mau memaksimalkan potensi mereka, sebaiknya karakter itu dipertahankan,” jelasnya.

Ia juga mengkritik penerapan empat bek yang belum matang dalam laga uji coba melawan Lebanon dan Arab Saudi.

“Hal-hal seperti ini jangan sampai terulang,” tambah Jeje.

Sementara itu, Andre Rosiade menyoroti minimnya latihan taktikal di era Kluivert. Ia bahkan mengaku menerima laporan internal yang memperkuat dugaan tersebut.

“PSSI boleh bantah pernyataan saya soal tidak adanya latihan taktikal di era Kluivert. Tapi sampai sekarang, belum ada yang membantah. Artinya, itu benar,” ujarnya.

Baca Juga: Dana Daerah Nganggur Rp234 Triliun, DPR Sebut Harus Ada Evaluasi Serius

Andre membandingkan gaya Kluivert dengan Shin Tae-yong yang dikenal disiplin dan detail dalam analisis permainan.

“Zaman STY, ada analisis video dua hingga tiga jam. Coach Shin memberi arahan langsung ke pemain seperti Asnawi atau Ivar Jenner. Di era Kluivert, video cuma 15 menit lalu selesai,” ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB