Kemenlu RI meminta publik tidak berspekulasi berlebihan atas bocornya rekaman tersebut. Sugiono menilai, perbincangan antara dua pemimpin dunia bisa saja mencakup hal formal maupun personal.
“Wajar kalau ada hal-hal yang di luar urusan kenegaraan dibicarakan juga,” katanya.
Baca Juga: Industri Udang Ikut Terseret, Efek Domino Kasus Radioaktif Cikande Mulai Terasa
Ia menambahkan, bila percakapan tersebut menyangkut urusan diplomatik, tentu akan ada laporan resmi kepada kementerian. Namun, sejauh ini tidak ada tanda-tanda bahwa obrolan itu menyangkut isu strategis.
“Sampai sekarang tidak ada indikasi pembicaraan itu bersifat penting secara diplomatik,” tegas Sugiono
Meski pemerintah mencoba meredam isu, publik tetap penasaran. Bocornya percakapan antara dua sosok berpengaruh dunia itu membuka ruang tafsir: sekadar basa-basi diplomatik, atau ada kepentingan yang lebih dalam di baliknya. ***