pontianak-insights

Said Iqbal Murka, Sebut Program Magang Nasional Tak Hormati Sarjana

Senin, 13 Oktober 2025 | 21:51 WIB
Ketua Umum Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja atau KSPI, Said Iqbal, soroti tentang Program Magang Nasional. (Dok. Instagram/saidiqbalorange)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pemerintah resmi meluncurkan Program Magang Nasional pada Oktober 2025. Program ini ditujukan bagi mahasiswa tingkat akhir dan lulusan baru (fresh graduate) untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di berbagai perusahaan, dengan upah setara Upah Minimum Provinsi (UMP).

Program ini menjadi kabar baik di tengah sulitnya mencari pekerjaan bagi lulusan baru. Namun, pelaksanaannya tak lepas dari kritik keras Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh.

Presiden Partai Buruh sekaligus KSPI, Said Iqbal, menilai Program Magang Nasional tak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Bongkar Modus Baru Oknum Pajak, Ini Langkah Tegasnya!

Menurutnya, program magang seharusnya diperuntukkan bagi pelajar atau mahasiswa yang masih menempuh pendidikan, bukan bagi lulusan sarjana maupun diploma.

“Program pemagangan di Undang-Undang Ketenagakerjaan itu untuk orang sekolah, bukan untuk orang kerja,” ujar Said dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, (13/10/2025).

Ia menilai program ini justru merendahkan perjuangan para sarjana yang sudah menempuh pendidikan tinggi.

“Pemagangan seperti ini salah. Ini bisa dibilang menghina lulusan sarjana. Orang sekolah sarjana itu susah,” tambahnya.

Terlepas dari kritik, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebut animo terhadap program ini sangat tinggi. Dalam sepuluh hari sejak diumumkan, sudah ada 1.147 perusahaan yang mendaftar sebagai mitra magang dan 104.711 peserta yang telah lolos verifikasi.

“Gelombang pertama dibuka untuk 20 ribu peserta di bulan Oktober, dan kuota gelombang kedua sebanyak 80 ribu peserta akan dibuka pertengahan November 2025,” jelas Yassierli.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy menjelaskan, program ini dirancang sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Mahasiswa tingkat akhir hingga lulusan baru yang belum bekerja dalam setahun terakhir dapat mengikuti program ini.

“Tujuannya agar mereka bisa langsung belajar dan beradaptasi di dunia kerja. Program ini adalah ruang transisi bagi fresh graduate sebelum masuk ke pekerjaan tetap,” ujarnya pada Sabtu, (11/10/2025).

Baca Juga: Hakim Tolak Gugatan Nadiem Makarim, Kasus Korupsi Chromebook Lanjut ke Pengadilan

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, juga menyatakan dukungannya terhadap Program Magang Nasional. Ia memastikan pemerintah siap menampung hingga 100 ribu peserta magang jika program ini berjalan lancar.

Halaman:

Tags

Terkini