pontianak-insights

Seteru Ferry Irwandi vs Gusti Aju Dewi: Dari Tuduhan Manipulasi Video hingga Adu Gengsi Akademik

Selasa, 16 September 2025 | 06:10 WIB
Influencer Ferry Irwandi merasa difitnah berkali-kali dalam perseteruannya dengan Grafolog, Gusti Aju Dewi di media sosial. (Instagram.com / @irwandiferry - @gustiajudewi)

Saat ini, pada 2025, Ferry tengah menempuh pendidikan doktoral (S3) di Monash University, salah satu universitas riset terbaik dunia.

Baca Juga: Bongkar Akar Demo! Tom Lembong: Indonesia Sedang Masuki Fase Down Cycle

Sebelum beralih jalur sebagai content creator pada 2010, ia sempat berkarier sebagai pegawai negeri di Kementerian Keuangan.

Melalui Malaka Project, Ferry kini dikenal sebagai sosok yang mendorong generasi muda lebih kritis dan berani menyuarakan pendapat.

Gusti Aju Dewi: Pionir Grafologi Indonesia

Berbeda jalur dengan Ferry, Gusti Aju Dewi dikenal sebagai pionir grafologi di Indonesia.

Ia mendirikan Indonesian School of Graphologist (ISOG), lembaga yang melahirkan grafolog profesional.

Sertifikasi grafologi internasional yang dimilikinya bahkan diakui di 92 negara melalui Apostille Konvensi Den Haag 1961 yang disahkan Pemerintah Meksiko.

Saat ini, Gusti menempuh studi Magister Informatika di Universitas Nusa Putra dengan konsentrasi kecerdasan buatan.

Langkah itu diambil untuk mengintegrasikan grafologi dengan teknologi AI, sebuah terobosan yang diyakininya dapat membawa ilmu grafologi ke level baru.

Selain dunia akademik, Gusti aktif berbagi ilmu dalam konteks penegakan hukum, termasuk melatih anggota Polwan Polri.

Ia kerap menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci pemberdayaan individu untuk mengenali potensi diri dan berkontribusi bagi bangsa.

Adu Gengsi Akademik di Balik Kontroversi

Meski berseteru di ruang publik, rekam jejak akademik Ferry dan Gusti menunjukkan keduanya sama-sama serius menekuni jalur pendidikan tinggi.

Pada akhirnya, persaingan panas di media sosial ini tidak hanya soal tudingan manipulasi video, tetapi juga memperlihatkan “adu gengsi akademik” antara dua sosok dengan latar belakang berbeda: influencer kritis dan pionir grafolog. ***

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB