PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Aksi demonstrasi mahasiswa di Pontianak kembali ricuh pada Jumat malam, 29 Agustus 2025.
Sebuah pos polisi di depan Megamall Pontianak terbakar setelah massa bentrok dengan aparat kepolisian.
Baca Juga: Polres Sambas Gagalkan Penyelundupan 7.000 Telur Penyu, 4 Orang Ditangkap
Kericuhan bermula ketika polisi membubarkan massa aksi yang menuntut perhatian pemerintah dan DPRD Kalbar terkait berbagai persoalan daerah.
Massa yang terdesak kemudian melampiaskan amarah dengan merusak fasilitas umum, termasuk membakar pos polisi di kawasan Jalan Ahmad Yani.
Akibat pembakaran tersebut, arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani lumpuh total.
Kendaraan terpaksa dialihkan ke jalur alternatif, menyebabkan kemacetan panjang di sejumlah titik, terutama menuju Universitas Tanjungpura dan Bundaran Digulis.
Situasi ini juga berdampak pada aktivitas Megamall Pontianak.
Sejumlah toko memilih tutup lebih awal, sementara pengunjung bergegas meninggalkan pusat perbelanjaan untuk menghindari kericuhan.
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Suyono, menegaskan pihaknya sudah menurunkan tambahan personel untuk mengendalikan situasi sekaligus memadamkan api agar tidak merembet ke fasilitas sekitar.
“Kerusakan fasilitas umum, apalagi membakar pos polisi, tidak bisa ditolerir. Kami akan melakukan penyelidikan dan menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku,” tegas Suyono.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kericuhan dalam aksi mahasiswa di Kalimantan Barat.
Sebelumnya, sejumlah demonstrasi juga diwarnai pembakaran ban dan bentrokan dengan aparat.
Namun hingga pukul 21.00 WIB suasana sudah kembali tenang. ***