Menurutnya, karate bukan sekadar olahraga kompetisi, melainkan sebuah way of life atau jalan hidup yang membentuk kepribadian.
"Karate bukan hanya soal prestasi. Dari jalan hidup menjadi gaya hidup, kemudian membentuk karakter. Inilah visi yang terus kami bangun dalam pembinaan karate di Kota Pontianak," jelasnya.
Sebagai bagian dari pengembangan pembinaan, Forki juga mulai membangun kerja sama internasional.
Zakaria mengungkapkan bahwa tim karate Forki Kota Pontianak baru saja mengikuti program latihan bersama di Kuching, Malaysia, yang seluruh pembiayaannya ditanggung oleh mitra dari Malaysia.
Menurutnya, kerja sama tersebut membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Delegasi Malaysia direncanakan hadir pada kejuaraan di Kalimantan Barat, sementara atlet Kalbar juga akan diundang mengikuti turnamen internasional di Kuching pada 2027.
"Kami ingin membuka jejaring lebih luas, tidak hanya di Kalimantan Barat, tetapi juga dengan negara tetangga. Ini menjadi peluang besar bagi atlet-atlet kita untuk menambah pengalaman bertanding di level internasional," ujarnya.
Menutup sambutannya, Zakaria mengajak seluruh perguruan karate di Kota Pontianak untuk bersama-sama membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Sehingga, karate tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi sarana olahraga, kesehatan, dan pembentukan karakter masyarakat. ***
Artikel Terkait
Pasangan Mayjen TNI Herianto Syahputra dan Sensei Ronni Sihombing Pimpin Inkai DKI
Raker Perdana, INKAI DKI Jakarta Perkuat Soliditas dan Sinergi Tingkatkan Prestasi
Perkuat Soliditas dan Kolaborasi, INKAI DKI Berikan 8 DAN Kehormatan
Tim INKAI DKI Jakarta Sabet Juara Umum di Kejurnas 2024, Pertahankan Gelar dengan 18 Emas
PB Lemkari Siap Gelar Kongres di Jakarta, Leonardy Harmainy Harap Anggota Fokus pada Kepemimpinan Baru
INKAI Pontianak Gelar Muskot 2026–2030, Heriyadi Terpilih sebagai Ketua Umum