PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Video perjuangan sejumlah siswa SMP di kawasan Reje Payung, Kecamatan Linge, , viral di media sosial setelah memperlihatkan proses menyeberangi sungai berarus deras demi pergi ke sekolah.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @serta_lia_gali, tampak para siswa dibantu beberapa guru saat mencoba menyeberang menuju tepi sungai dengan kondisi arus cukup kuat.
Baca Juga: Viral Rak Supermarket Pajang Obat Keras, Begini Penjelasan Aturan Terbaru BPOM
Disebutkan bahwa akses yang digunakan tersebut merupakan jembatan apung yang dibangun warga dan relawan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Dalam keterangan unggahan, dijelaskan bahwa jembatan apung tersebut kini menjadi satu-satunya akses penghubung bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari.
“Jembatan ini merupakan satu-satunya akses warga melakukan aktivitas, baik keluar maupun masuk, juga jadi satu-satunya akses siswa menuju sekolah SMA, SMP, dan SD,” tulis keterangan unggahan, Kamis, 14 Mei 2026.
“Jembatan apung ini merupakan jembatan penghubung yang digunakan untuk anak-anak di lima desa pergi sekolah,” lanjut keterangan tersebut.
Namun, kondisi jembatan disebut mulai memprihatinkan dan sebagian sudah terendam arus sungai.
Dalam video tersebut, tampak beberapa guru turun langsung ke sungai untuk membantu para siswa agar dapat menyeberang dengan aman.
Salah satu guru terlihat berdiri di tengah arus deras sambil menggandeng siswa satu per satu agar tidak terbawa arus.
Baca Juga: Kontroversi LCC 4 Pilar MPR Kalbar Disorot Helmy Yahya, Singgung Pentingnya Mengakui Kesalahan
Sementara dua guru lainnya berjaga di dekat daratan untuk membantu siswa naik ke tepi sungai.
Momen menegangkan sempat terjadi saat salah satu siswa terjatuh dan nyaris hanyut terbawa arus sungai hingga membuat siswa lain panik.
“Hari ini, saat siswa dan para guru hendak menyeberangi sungai, satu siswa nyaris terbawa arus sungai lantaran jembatan yang mereka lalui telah terendam di sungai,” tulis keterangan video.
Artikel Terkait
Dokter Anak Ungkap Bahaya Balita Dibawa Konser Malam di Kolam Waterpark
Tanjungpura Law Festival 2026 Angkat Isu AI dan Hak Cipta, Kemenkum Kalbar Dorong Regulasi Responsif Teknologi
Unika San Agustin Perkuat Peran Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Bangsa di IKN
Tuai Kritik saat LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar, MC Shindy Lutfiana Akhirnya Buka Suara
Promedia Group Gelar BRI CoreLab 2026 di UNJ, Mahasiswa Diajak Kuasai Skill Konten Digital
Josepha Alexandra cs Tiba di Jakarta usai Viral di LCC Kalbar, Dijadwalkan Bertemu Ketua MPR