Tuai Kritik saat LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar, MC Shindy Lutfiana Akhirnya Buka Suara

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 13 Mei 2026 | 23:47 WIB
Respons MC LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar yang tuai sorotan warganet. (Instagram/smansaptk_informasi)
Respons MC LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar yang tuai sorotan warganet. (Instagram/smansaptk_informasi)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Kontroversi dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI Kalimantan Barat masih menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Warganet menilai respons juri dan pembawa acara atau MC saat menanggapi protes peserta dari SMAN 1 Pontianak tidak tepat dan memicu polemik.

Baca Juga: Unika San Agustin Perkuat Peran Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Bangsa di IKN

MC perempuan dalam acara tersebut, Shindy Lutfiana, menjadi sasaran kritik usai dianggap melakukan gaslighting terhadap peserta yang mempertanyakan keputusan dewan juri.

Salah satu pernyataan Shindy yang menuai kecaman adalah saat ia meminta peserta menerima keputusan juri dan menyebut protes peserta mungkin hanya sebatas perasaan.

“Baik adik-adik, keputusan di dewan juri karena dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengar jawaban dari adik-adik. Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja, nanti bisa dilihat tayangan ulangnya,” ucap Shindy dalam video yang viral di media sosial.

Melalui unggahan permintaan maaf di akun Instagram pribadinya pada Selasa, 12 Mei 2026, Shindy mengakui kalimat tersebut tidak seharusnya diucapkan dalam forum resmi.

Baca Juga: Tanjungpura Law Festival 2026 Angkat Isu AI dan Hak Cipta, Kemenkum Kalbar Dorong Regulasi Responsif Teknologi

“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu, ‘Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja,’ yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut,” tulisnya.

Ia juga menyadari pernyataannya telah menimbulkan kekecewaan dan melukai berbagai pihak.

“Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak,” lanjutnya.

Minta Maaf kepada Peserta dan Sekolah

Dalam unggahan tersebut, Shindy turut menyampaikan permintaan maaf kepada peserta lomba, guru pendamping, hingga masyarakat Kalimantan Barat yang mengikuti perkembangan kasus tersebut.

“Khususnya kepada adik-adik peserta lomba, guru-guru pendamping/pembimbing dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta seluruh masyarakat, terutama masyarakat Provinsi Kalimantan Barat yang mengikuti dan memberikan perhatian terhadap kegiatan ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga agar lebih berhati-hati dalam berbicara di ruang publik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

HP Dorong Visi Future of Work di HP Elevate 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:27 WIB
X