PONTIANAKGLOBE.COM, BANTEN -- Ribuan jemaah, tokoh agama, budayawan, hingga unsur pemerintahan menghadiri kegiatan Haul Sultan Maulana Yusuf ke-460H/446M yang berlangsung khidmat dan meriah pada Minggu (10/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa dan warisan peradaban Sultan Maulana Yusuf sebagai salah satu tokoh besar Kesultanan Banten yang berperan penting dalam perkembangan dakwah Islam, perdagangan, hingga kejayaan maritim Nusantara.
Baca Juga: Polisi Buru Sponsor Judol Internasional usai Gerebek Apartemen di Jakbar
Mengusung tema “Sultan Maulana Yusuf: Sang Pewaris Cahaya Banten, Artefak Kejayaan, Perekonomian, dan Kemaritiman Dunia”, acara haul tidak hanya menjadi agenda religius, tetapi juga peristiwa budaya dan sosial yang memperkuat identitas sejarah Banten sebagai pusat peradaban Islam dan perdagangan dunia pada masanya.
Rangkaian acara diawali dengan kirab budaya dan iring-iringan Kiswah yang berlangsung meriah.
Kirab tersebut diikuti komunitas budaya, pegiat sejarah, santri, hingga masyarakat dari berbagai wilayah di Provinsi Banten.
Para peserta menampilkan ragam busana adat, kesenian tradisional, serta simbol budaya Kesultanan Banten yang menggambarkan kejayaan sejarah dan nilai spiritual masyarakat Banten.
Suasana religius semakin terasa melalui pelaksanaan Istigosah Kubro serta ceramah agama yang disampaikan oleh Prof KH Syukron Ma’mun dan KH Miftah Fauji.
Dalam ceramahnya, para ulama mengajak masyarakat untuk meneladani kepemimpinan Sultan Maulana Yusuf yang dinilai mampu membangun kekuatan politik, ekonomi, sekaligus menjadikan nilai Islam sebagai fondasi peradaban dan kesejahteraan masyarakat.
Jemaah yang hadir berasal dari berbagai daerah di Banten dan terdiri dari alim ulama, kyai, tokoh masyarakat, santri, akademisi, hingga aparatur pemerintahan.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menunjukkan kuatnya hubungan historis dan spiritual masyarakat Banten terhadap warisan Kesultanan Banten.
Selain kegiatan budaya dan keagamaan, panitia juga menggelar kegiatan sosial berupa khitanan massal yang diikuti 60 anak dari berbagai daerah.
Baca Juga: Heboh Penilaian LCC 4 Pilar Kalbar, Artikulasi Jadi Alasan Nilai Minus
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai kebersamaan dan kemanusiaan yang diwariskan para ulama dan sultan Banten.
Acara semakin semarak dengan penampilan seni budaya Debus yang menjadi salah satu ikon budaya khas Banten.
Artikel Terkait
PDIP Berencana Berkoalisi dengan Golkar untuk Mengusung Airin di Pilgub Banten
Penembakan Bos Rental Mobil di Tol Tangerang-Merak, Kapolda Banten Ungkap Kronologi dan Sanksi Tegas Anggotanya
Mediapreneur Talks Promedia 2025 Siap Digelar di Banten, Sasar Jurnalis hingga Pengusaha Media
Ekraf Banten Tembus 14 Ribu Paket di Pesta Rakyat Monas
13 Jam Terombang-ambing! 3 Nelayan Diselamatkan Pemancing di Laut Banten
Haul Sultan Maulana Yusuf ke-460 H di Serang Angkat Kejayaan Maritim dan Peradaban Banten