Haul Sultan Maulana Yusuf ke-460 H di Serang Angkat Kejayaan Maritim dan Peradaban Banten

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 11 Mei 2026 | 13:21 WIB
Ribuan jamaah menghadiri Haul Sultan Maulana Yusuf ke-460 H/446 M di Serang, Minggu (10/5/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan meriah dengan kirab budaya, Istighosah Kubro, atraksi Debus, hingga khitanan massal sebagai bentuk pelestarian sejarah dan warisan Kesultanan Banten. (Dok. Pontianak Globe)
Ribuan jamaah menghadiri Haul Sultan Maulana Yusuf ke-460 H/446 M di Serang, Minggu (10/5/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan meriah dengan kirab budaya, Istighosah Kubro, atraksi Debus, hingga khitanan massal sebagai bentuk pelestarian sejarah dan warisan Kesultanan Banten. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, SERANG, BANTEN -- Ribuan jamaah, tokoh agama, budayawan, hingga unsur pemerintahan menghadiri Haul Sultan Maulana Yusuf ke-460 H/446 M yang berlangsung khidmat dan meriah di Serang, Minggu, 10 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa dan warisan peradaban Sultan Maulana Yusuf sebagai salah satu tokoh besar Kesultanan Banten yang berperan dalam perkembangan dakwah Islam, perdagangan, serta kejayaan maritim Nusantara.

Baca Juga: Modus Pinjam Buat Soal, Guru SMA di Jakarta Diduga Gadai Laptop Siswa

Mengusung tema “Sultan Maulana Yusuf: Sang Pewaris Cahaya Banten, Artefak Kejayaan, Perekonomian, dan Kemaritiman Dunia”, rangkaian haul tidak hanya menjadi agenda religius, tetapi juga peristiwa budaya dan sosial yang memperkuat identitas sejarah Banten sebagai pusat peradaban Islam dan perdagangan dunia pada masanya.

Acara diawali dengan kirab budaya dan iring-iringan Kiswah yang berlangsung semarak.

Kirab tersebut diikuti berbagai komunitas budaya, pegiat sejarah, santri, dan masyarakat dari berbagai wilayah di Provinsi Banten.

Para peserta menampilkan ragam busana adat, kesenian tradisional, serta simbol-simbol budaya Kesultanan Banten yang menggambarkan kejayaan sejarah dan nilai spiritual masyarakat Banten.

Suasana religius semakin terasa melalui Istighosah Kubro dan ceramah agama yang disampaikan Prof. KH. Syukron Ma’mun serta KH. Miftah Fauji.

Baca Juga: Bareskrim Tangkap 321 WNA Diduga Operator Judi Online di Jakarta Barat

Dalam tausiyahnya, para ulama mengajak masyarakat meneladani kepemimpinan Sultan Maulana Yusuf yang tidak hanya membangun kekuatan politik dan ekonomi, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi peradaban dan kesejahteraan masyarakat.

Jamaah yang hadir berasal dari berbagai daerah di Provinsi Banten, terdiri atas alim ulama, kiai, tokoh masyarakat, santri, akademisi, hingga aparatur pemerintahan.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menunjukkan kuatnya ikatan historis dan spiritual masyarakat Banten terhadap warisan Kesultanan Banten.

Selain kegiatan keagamaan dan budaya, panitia juga menggelar kegiatan sosial berupa khitanan massal pada Minggu pagi yang diikuti 60 anak dari berbagai daerah.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat sebagai implementasi nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan yang diwariskan para ulama serta sultan Banten.

Rangkaian acara semakin meriah dengan penampilan seni budaya Debus yang menjadi salah satu ikon budaya khas Banten.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X