Diduga Tali Longgar, Besi Hollow Tewaskan Bocah 8 Tahun di Jalan

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 25 April 2026 | 17:51 WIB
Insiden anak SD kejatuhan besi hollow di Gunungkidul, DIY. (Dok. Instagram/kubeng_mubengjogja - Polres Gunungkidul)
Insiden anak SD kejatuhan besi hollow di Gunungkidul, DIY. (Dok. Instagram/kubeng_mubengjogja - Polres Gunungkidul)

PONTIANAKGLOBE.COM, GUNUNGKIDUL -- Insiden tragis menimpa seorang siswa sekolah dasar di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bocah berusia 8 tahun berinisial AJS meninggal dunia setelah tertimpa besi hollow yang terlepas dari sebuah mobil pikap.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (23/4/2026) di ruas jalan Playen–Banyusoco, tepatnya di Padukuhan Sawahan I, Kelurahan Bleberan, Kapanewon Playen. Saat kejadian, korban diketahui sedang berjalan kaki pulang dari sekolah.

Baca Juga: Nekat! Pria Panjat Tower 3 Jam di Sidoarjo, Diduga Frustasi

Besi hollow yang diangkut mobil pikap tiba-tiba meluncur ke depan dan mengenai kepala korban. Diduga, tali pengikat muatan tidak cukup kuat sehingga besi tersebut bergeser saat kendaraan melintas di jalan yang tidak rata.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Wonosari untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Nur Ikhwan, mengungkapkan bahwa korban sudah dalam kondisi tidak sadar saat ditemukan di lokasi kejadian.

“Saat di TKP dalam keadaan tidak sadar atau luka di daerah kepala. Kemudian dirawat di RSUD, selang waktu kira-kira pukul 18.31 WIB, kami mendapat informasi dari keluarga korban bahwa korban telah meninggal dunia,” ujarnya.

Kronologi kejadian bermula saat mobil Daihatsu Gran Max pikap bernomor polisi AD-9064-AV yang dikemudikan oleh Heru Sukoco melaju dari arah Playen menuju Banyusoco. Kendaraan tersebut mengangkut empat batang besi hollow dengan panjang sekitar 4 meter.

“Jadi besi ini mentoknya di sini (bak mobil), terus ke atas sana. Nah, karena jalan itu bergelombang atau berlubang, besi itu tergeser ke kiri,” jelas Ikhwan.

Sopir sempat menyadari pergeseran muatan dan berniat memperbaiki ikatan. Namun saat mengerem, besi justru meluncur ke depan dan mengenai korban yang berada di depan kendaraan.

“Setelah sopir itu mengetahui besinya tergeser, dia ngerem. Tapi, di depan ada anak yang berjalan kaki. Nah, mengerem itu besinya meluncur ke depan,” lanjutnya.

Baca Juga: Bayi Ditemukan dalam Tas di Sukoharjo, Suratnya Bikin Haru

Polisi menyebutkan korban saat itu berjalan di luar badan jalan aspal. Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti serta memeriksa sejumlah saksi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, pengemudi diberikan kesempatan untuk melayat ke rumah duka sebagai bentuk empati. Pihak keluarga pengemudi juga disebut menunjukkan itikad baik.

“Kami memberikan kesempatan pengemudi untuk melayat ke rumah duka. Pengemudi dan keluarganya juga menunjukkan itikad baik,” tutup Ikhwan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X