Nekat! Pria Panjat Tower 3 Jam di Sidoarjo, Diduga Frustasi

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 25 April 2026 | 14:31 WIB
Menyoroti insiden viral terkait aksi nekat pemuda di Sidoarjo, Jawa Timur yang diduga panjat tower seluler akibat frustasi hubungan asmaranya kandas. (Dok. Instagram.com/@ini_surabaya)
Menyoroti insiden viral terkait aksi nekat pemuda di Sidoarjo, Jawa Timur yang diduga panjat tower seluler akibat frustasi hubungan asmaranya kandas. (Dok. Instagram.com/@ini_surabaya)

PONTIANAKGLOBE.COM, SIDOARJO -- Aksi nekat seorang pria memanjat tower seluler di kawasan Margomulyo, Sidoarjo, Jawa Timur viral di media sosial dan menyita perhatian warga.

Peristiwa itu ramai dibicarakan setelah diunggah akun Instagram @ini_surabaya pada Kamis (23/4/2026). Dalam video tersebut terlihat seorang pria berada di puncak tower selama berjam-jam hingga memicu kepanikan.

"Seorang pria naik tower berjam-jam diduga frustasi, akhirnya turun setelah dibujuk Damkar (Pemadam Kebakaran)," tulis unggahan tersebut.

Baca Juga: Bayi Ditemukan dalam Tas di Sukoharjo, Suratnya Bikin Haru

Aksi pria berinisial ARM (24) itu dilaporkan berlangsung sekitar tiga jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan. Selama proses penyelamatan, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat lumpuh akibat banyaknya warga yang berkerumun.

ARM diketahui merupakan perantau asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah berhasil diturunkan, ia langsung dibawa ke puskesmas karena kondisi fisiknya melemah akibat terlalu lama berada di ketinggian.

Kepala desa setempat, Sutrisno, menyebut kerumunan warga justru memperparah tekanan psikologis yang dialami korban saat berada di atas tower.

"Banyak yang nonton, waduh itu ribuan yang nonton sampai macet," ujarnya.

Baca Juga: Menegangkan! Balita 2 Tahun Terjebak di Atap Rumah di Lombok

Terkait motif aksi tersebut, muncul dugaan bahwa ARM mengalami tekanan akibat masalah pribadi. Sutrisno menyebut ada indikasi persoalan asmara yang melatarbelakangi kejadian ini.

"(Hubungan) diputus," katanya singkat.

Saat ini, ARM telah dipindahkan ke Dinas Sosial setempat untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut. Pihak berwenang juga tengah berkoordinasi guna memfasilitasi pemulangan korban ke keluarganya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X