Jembatan Gantung Dibangun, Warga Boyolali Tak Perlu Seberangi Sungai Lagi

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 4 April 2026 | 22:33 WIB
Foto: Dari atas Drone pembangunan Jembatan Gantung di Boyolali.  (Dok. Bakom)
Foto: Dari atas Drone pembangunan Jembatan Gantung di Boyolali. (Dok. Bakom)

PONTIANAKGLOBE.COM, BOYOLALI -- Setelah puluhan tahun terisolasi, warga Dukuh Bolo Tangkil kini mulai melihat harapan baru dengan dibangunnya jembatan gantung yang menghubungkan wilayah mereka.

Jembatan Gantung Bolo Wetan dibangun di Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, melintasi Sungai Serang yang selama ini menjadi penghalang utama aktivitas warga.

Baca Juga: PBNU Resmi Lantik PCNU Banyuwangi Masa Khidmat 2026–2031

Pembangunan ini merupakan bagian dari program Jembatan Garuda yang dicanangkan pemerintah di bawah arahan Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah terpencil.

Selama ini, warga harus menempuh jalur memutar sejauh 8,5 kilometer untuk mencapai pusat desa. Tak jarang, mereka memilih menyeberangi sungai secara langsung dengan risiko tinggi, terutama saat arus deras di musim hujan.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bolo, Budi Purnomo, mengatakan kondisi tersebut kerap menghambat aktivitas warga, termasuk anak-anak yang hendak bersekolah.

"Masyarakat bersyukur karena aktivitas anak sekolah dan petani itu bisa lancar, tidak perlu memutar jauh," ujarnya.

Jembatan gantung sepanjang sekitar 100 meter ini diharapkan menjadi solusi permanen yang mempermudah akses warga menuju pusat desa, baik untuk pendidikan, pekerjaan, maupun layanan kesehatan.

Kepala Dusun Pulo Wetan, Jawadi, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan jembatan sebenarnya sudah ada sejak 1992, namun terkendala biaya besar dan minimnya akses bantuan.

"Selain itu, banyak petani yang lahannya berada di seberang sungai. Jadi dengan jembatan ini, proses angkut hasil panen bisa jadi lebih mudah," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas realisasi pembangunan tersebut.

"Saya sebagai wakil dari masyarakat, berterima kasih sekali kepada Bapak Prabowo atas jembatan di Desa Bolo ini. Semoga nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat banyak," tutupnya.

Baca Juga: Kurir Antar Paket Mainan, Keluarga Ungkap Anak Sudah Wafat

Pembangunan jembatan ini ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan dan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat setempat.

Ke depan, keberadaan jembatan gantung ini diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah, meningkatkan mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X