Menu MBG Tuai Pro-Kontra, Donat J.Co Dibagikan ke Siswa

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 15 Maret 2026 | 22:04 WIB
Menu donat untuk MBG yang dibagikan di Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah. (Dok. TikTok/sppg.dutalere.palu)
Menu donat untuk MBG yang dibagikan di Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah. (Dok. TikTok/sppg.dutalere.palu)

PONTIANAKGLOBE.COM, PALU -- Menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan di media sosial setelah video dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Duta Lere viral di internet.

Dalam unggahan akun TikTok resmi mereka pada Sabtu (14/3/2026) terlihat salah satu menu MBG yang dibagikan kepada siswa adalah donat dari brand J.CO Donuts & Coffee.

Menu tersebut dibagikan untuk jatah MBG pada Jumat (13/3/2026) di wilayah Palu Barat, Kota Palu.

Baca Juga: Wali Murid Keluhkan MBG TK Dipasena Mulya, Datang Terlambat dan Kualitas Dipertanyakan

“MBG spesial untuk adik-adik libur lebaran dari Duta Lere,” tulis keterangan dalam unggahan video tersebut.

Video itu dengan cepat menarik perhatian publik dan telah diputar lebih dari 1,4 juta kali. Kolom komentar pun dipenuhi berbagai tanggapan dari warganet.

Sebagian pengguna media sosial mempertanyakan kandungan gizi dari menu donat yang dibagikan dalam program yang bertujuan meningkatkan asupan nutrisi anak.

Beberapa komentar menilai makanan manis seperti donat tidak sepenuhnya mencerminkan konsep makanan bergizi.

“Kenapa nggak kasih buah aja sih? Apel sekilo, pir sekilo, atau anggur ijo sekilo. Buahnya yang enak, yang berkualitas, yang fresh,” tulis salah satu akun.

Komentar lain juga menyinggung tujuan utama program MBG yang dinilai seharusnya lebih menekankan nilai gizi dibandingkan merek atau jenis makanan.

“Ini yang dikejar kan gizinya, bukan harga atau mereknya,” tulis akun lainnya.

Sebagian warganet bahkan menilai pemberian makanan tinggi gula bisa menimbulkan perdebatan tentang standar gizi dalam program tersebut.

Namun di sisi lain, sejumlah pengguna media sosial justru melihat menu tersebut sebagai pengalaman baru bagi sebagian anak.

Beberapa komentar menyebut tidak semua siswa pernah mencoba produk dari merek tersebut sebelumnya.

“Nggak semua anak bisa makan JCO sebelumnya! Sekarang semua anak di sekolah-sekolah tersebut bisa ngerasain tuh JCO!” tulis seorang warganet.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X