MBG Sulit Masuk, Guru Ini Usul Bangun Jembatan Saja

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 16 Februari 2026 | 22:19 WIB
Siswa dan guru di Sulawesi Tengah harus menyeberangi sungai saat pergi sekolah. (Dok. Instagram/najib_nadir)
Siswa dan guru di Sulawesi Tengah harus menyeberangi sungai saat pergi sekolah. (Dok. Instagram/najib_nadir)

PONTIANAKGLOBE.COM, PARIGI MUOTONG -- Sebuah video perjuangan guru dan siswa di daerah terpencil kembali menyita perhatian publik di media sosial. Unggahan itu dibagikan melalui akun Instagram @najib_nadir yang memperlihatkan perjalanan menuju SD Negeri Terpencil Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Dalam video tersebut, tampak sejumlah siswa harus menyeberangi sungai yang cukup lebar demi bisa sampai ke sekolah. Tanpa jembatan penghubung, sungai menjadi satu-satunya akses yang harus dilalui setiap hari, meski berisiko terutama saat debit air meningkat.

Baca Juga: Banjir Grobogan Rendam 9 Kecamatan, Warga Sebut Air Hampir Capai Atap

Melalui keterangan video, sang guru berharap ada perhatian pemerintah terhadap kondisi tersebut.

“Bantu kami tag pemerintah, kalau memang MBG sulit untuk kami di sekolah terpencil, boleh tidak kami dibuatkan jembatan saja, Pak,” tulisnya, dikutip Senin, 16 Februari 2026.

Ia juga merekam momen ketika menanyakan langsung kepada para siswa soal kebutuhan yang lebih mendesak.

“Lebih butuh jembatan atau MBG?” tanyanya kepada para siswa yang sedang menyeberangi sungai dan kompak terdengar jawaban jembatan dari mereka.

Guru tersebut menegaskan bahwa unggahannya bukan untuk menyudutkan pihak mana pun. Ia menjelaskan, sekolah tempatnya mengajar berada di wilayah yang sulit dijangkau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum bisa dirasakan.

“Postingan ini bukan untuk menjatuhkan siapa pun, Pemerintah Pusat ada 2 program MBG dan jembatan, kebetulan kami berada di pelosok yang sulit diakses SPPG,” terangnya.

“Jadi, kalau MBG nggak dapet, setidaknya program jembatan bisa terealisasi untuk siswa kami,” lanjutnya.

Baca Juga: Prabowo Terbang ke AS, Siap Teken Kesepakatan Tarif Dagang dengan Trump

Dalam unggahan sebelumnya pada 8 Januari 2026, ia juga memperlihatkan kondisi para guru yang harus menyeberangi sungai dengan ketinggian air selutut orang dewasa.

Air sungai berwarna cokelat dengan arus yang cukup deras, membuat mereka harus menenteng sepatu dan tas saat melintas.

“Belajar yang rajin ya, Nak. Pak gurumu ini menantang nyawa setiap hari untuk sampai ke sekolah,” tulisnya kala itu.

Ia menambahkan, setiap kali hujan turun, para siswa diliputi kecemasan karena sungai berpotensi meluap dan menghambat akses ke sekolah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X