Banjir Susulan Berjam-jam Terjang Penakir, Warga Baru Mengungsi Saat Siang

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Rabu, 28 Januari 2026 | 21:12 WIB
Cerita warga Desa Penakir, Pemalang saat banjir bandang menerjang permukiman. (Dok. Instagram/um_sayur)
Cerita warga Desa Penakir, Pemalang saat banjir bandang menerjang permukiman. (Dok. Instagram/um_sayur)

PONTIANAKGLOBE.COM, PEMALANG -- Banjir bandang yang melanda Kabupaten Pemalang memberikan dampak serius di sejumlah wilayah, dengan Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, menjadi salah satu kawasan terparah.

Bencana tersebut terjadi sejak Jumat petang, 23 Januari 2026, dan berlanjut hingga Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, menghantam permukiman warga secara berulang sebelum akhirnya menyebabkan kerusakan besar.

Baca Juga: Lubang Raksasa di Aceh Tengah Makin Melebar, Jalan Penghubung Putus

Seorang warga Desa Penakir bernama Slamet menceritakan bahwa banjir datang beberapa kali dalam rentang waktu yang cukup panjang. Air mulai masuk ke permukiman saat warga bersiap menunaikan ibadah Maghrib.

“Awal banjir berarti 17.30 WIB, Maghrib hari Jumat. Terus banjir lagi sekitar jam 19.00 WIB, di sini banjir dan di sungai daerah sana juga banjir,” ucap Slamet, dikutip dari unggahan akun Instagram @um_sayur pada Selasa, 27 Januari 2026.

Ia menyebutkan, banjir kembali datang pada malam hari sebelum mencapai titik paling parah menjelang subuh.

“Terus saat itu ada susulan lagi, sekitar jam 23.00 WIB, kemudian puncaknya banjir yang menghabiskan rumah-rumah di sini itu sekitar jam 02.00 WIB,” jelasnya.

Dalam video yang beredar, kondisi Desa Penakir terlihat dipenuhi material banjir berupa kayu, potongan batang pohon, serta bongkahan batu berbagai ukuran yang menutup jalan dan menghantam rumah warga.

Slamet mengatakan, warga yang terdampak mulai mengungsi secara bertahap ke tempat yang lebih aman setelah kondisi mulai memungkinkan.

“Mengungsinya pas udah siang. Ada yang berangkat jam 10.00 WIB, ada yang berangkat jam 11.00 WIB atau 12.00 WIB. Ada juga yang tidak mau mengungsi, dari RT 20, RT 21, RT 23, dan RT 24,” lanjutnya.

Terkait korban jiwa, Slamet menyampaikan bahwa terdapat tiga orang meninggal dunia akibat banjir, namun bukan berasal dari warga Desa Penakir.

Baca Juga: Pedagang Es Gabus Sudrajat Akhirnya Dapat Klarifikasi Usai Dituding Pakai Spons

Sementara itu, data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat delapan unit rumah hanyut terbawa banjir, 18 unit rumah mengalami rusak berat, dan 24 unit rumah rusak sedang.

Sebanyak 252 kepala keluarga atau sekitar 911 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini. Pemerintah menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian, antara lain Kantor Kecamatan Pulosari yang menampung 148 jiwa, Gedung PC NU sebanyak 381 jiwa, serta SDN 02 Penakir dengan 30 pengungsi.

Pemerintah Kabupaten Pemalang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung sejak 24 Januari hingga 6 Februari 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X