“Bisa saja juara, tapi apakah yang kita tuntut dari seorang pelatih itu juara? Saya pikir tidak juga,” lanjutnya.
Binder kemudian mengajak publik sepak bola nasional untuk belajar dari era kepelatihan Shin Tae-yong. Menurutnya, tuntutan terhadap pelatih seharusnya tidak semata-mata soal gelar juara.
“Sebelumnya, kita juga bisa lihat Shin Tae-yong bisa melakukan perubahan yang signifikan dengan proses yang dia jalankan,” terangnya.
“Yaitu dia bisa banyak mengandalkan banyak pemain muda, dan juga bisa membawakan prestasi,” tegas Binder.
Ia memaparkan sejumlah capaian penting yang diraih Timnas Indonesia di bawah arahan Shin Tae-yong, baik di level senior maupun kelompok usia.
“Prestasinya, dia bisa membawa Timnas Indonesia lolos untuk pertama kalinya dari fase grup Piala Asia senior,” ujarnya.
Baca Juga: Podcast Ahok–Denny Sumargo Hilang Mendadak, Bahasannya Bikin Panas?
“Timnas U-23, dibawanya sampai ke babak semifinal Piala Asia U-23, bahkan hampir saja lolos ke olimpiade,” tambah Binder.
Tak hanya itu, Timnas Indonesia juga berhasil melangkah ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
“Artinya, prestasi tidak selalu tentang trofi, tapi prestasi itu menunjukkan seorang pelatih bisa melakukan perubahan positif bagi timnya,” jelas Binder.
“Itu saya pikir, lebih penting bagi Timnas Indonesia,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Erick Thohir Menegaskan era Shin Tae-yong Selesai, PSSI Siap Halaman Baru Timnas
Timnas Butuh Pelatih Baru atau PSSI yang Baru? Publik Mulai Lelah dengan Siklus Gagal yang Sama
PSSI Serahkan Masa Depan Timnas U-20 ke Nova Arianto
John Herdman Resmi Tangani Timnas, PSSI Taruhan Besar Masa Depan Garuda
John Herdman Datang dengan Label Piala Dunia, Mampukah Timnas Menjawab Ekspektasi?
Fakta Unik John Herdman Usai Resmi Latih Timnas Indonesia, Ikuti FIFA dan Erick Thohir