PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH UTARA -- Banjir besar yang melanda Aceh pada akhir November 2025 meninggalkan luka mendalam bagi para korban. Salah satu kisah paling menyayat datang dari seorang ibu di Muara Batu, Aceh Utara, yang kehilangan suami dan putra bungsunya saat banjir bandang menerjang.
Ibu tersebut, yang memilih tak menyebutkan namanya, menuturkan bagaimana ia terpaksa menyaksikan suami dan anaknya terseret arus deras. Cerita itu ia sampaikan kepada Najwa Shihab yang datang langsung ke lokasi bencana.
Baca Juga: Garuda Muda Dihukum Efektivitas Filipina U22, Indra Sjafri Ungkap Kekurangan Tim
Dalam pertemuan itu, sang ibu tampak memeluk erat foto kecil putranya, Zaid Ali (9), yang disimpannya dalam tas dan dibungkus plastik. Foto itu menjadi satu-satunya barang milik Zaid yang tersisa.
“Inilah sisa yang dimiliki saya,” ujarnya dalam video yang dibagikan Najwa di akun Instagramnya, @najwashihab.
“Ke mana pun saya pergi, saya bawa ini. Ini yang saya simpan. Ini tabungan saya di surga,” lanjutnya.
Ia mengingat saat banjir datang begitu cepat hingga warga tak sempat menyelamatkan harta benda. Dalam kekacauan itu, suami dan putra bungsunya terpisah oleh arus.
“Depan mata saya anak saya hanyut,” tuturnya.
Sang ibu masih mengingat jelas suara terakhir Zaid.
“Dia bilang, ‘Umi tolong ambil tangan saya’. Itu suara terakhirnya,” katanya.
Baca Juga: Kinerja Tak Membaik, Bea Cukai Bisa Dibekukan Total Menurut Purbaya
Saat air makin tinggi, ia bersama warga lainnya memanjat tumpukan pohon ceri dan bertahan selama sembilan jam. Dalam situasi mencekam itu, ia hanya bisa memeluk putrinya erat-erat.
“Saya peluk anak perempuan saya kuat-kuat. Hanya itu yang bisa saya lakukan,” ujarnya.
Lima hari setelah banjir, jenazah Zaid ditemukan warga di persawahan jauh dari rumahnya, dalam kondisi membengkak tetapi masih dapat dikenali. Foto Zaid yang kini selalu ia bawa juga ditemukan di sawah dalam keadaan utuh karena terbungkus plastik.
“Inilah cuma sisanya (Foto). Itu rezeki saya. Walau sudah rusak, tapi tetap anak saya jadi kenang-kenangan,” ucapnya.
Artikel Terkait
18 Kabupaten Terendam: Penanganan Bencana Aceh Dipertanyakan
Banjir Aceh Disebut Tsunami Kedua, Pemerintah Dikejar Waktu
Listrik Aceh Akan Menyala Lagi, Bahlil Pastikan Pemulihan 93% dalam Semalam
Soal Respons Banjir Aceh Tamiang, BNPB Jelaskan Prosedur Penanganan Awal
RSUD Belum Pulih, Menkes Budi Minta 300 Dokter untuk Selamatkan Warga Aceh di Pengungsian
Aceh Krisis, Mualem Buka Pintu Lebar untuk Bantuan dari Luar Negeri