PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Gangguan pasokan listrik dan kelangkaan BBM terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh setelah banjir dan longsor melanda pada akhir November 2025. Sejumlah SPBU dilaporkan kehabisan stok dan antrean warga mengular karena truk pengangkut BBM belum dapat menembus wilayah terisolasi.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, mengatakan pihaknya sudah berada di lokasi bencana untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik yang rusak.
“Seluruh tim kami sedang siaga dan tanggap bencana untuk bencana yang ada di Sumatera,” ujarnya dalam rapat koordinasi Natal dan Tahun Baru di Kemendagri pada Senin, 1 Desember 2025.
Baca Juga: Mitigasi Gagal, Korban Bertambah: BNPB Ungkap Ketidaksiapan Pemda di Tiga Provinsi
Ia menegaskan PLN bekerja maksimal agar layanan listrik segera kembali normal.
“Kami all out untuk menyalakan kembali dan memulihkan listrik agar masyarakat dapat kembali menikmati layanan listrik,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyampaikan bahwa distribusi BBM mulai berjalan kembali meski sempat terhambat rusaknya jalur suplai akibat banjir dan longsor.
“Tantangan yang paling besar kami hadapi adalah putusnya jaringan distribusi sepanjang jalur suplai BBM dan LPG,” ucap Oki.
Ia menjelaskan bahwa pengiriman BBM mulai pulih setelah kapal tanker berhasil bersandar di Medan.
“Terkini sudah kembali membuka 90 persen SPBU yang sempat terhenti,” tambahnya.
Pertamina juga menyalurkan BBM untuk kebutuhan penanganan bencana, termasuk mendukung operasi kemanusiaan BNPB dan suplai bahan bakar untuk alat berat.
Oki menyebutkan avtur di Bandara Pinangsori berada dalam kondisi aman, sementara pengiriman solar ke wilayah yang masih terisolasi dilakukan menggunakan jeriken dan drum.
“Untuk memasok solar dan Pertamax yang lewat drum, kami menyesuaikan dengan jadwal pesawat Hercules yang nanti diangkut bersama sembako,” tuturnya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan pentingnya BBM dan pemulihan listrik dalam fase tanggap darurat.
“Kita sekarang prioritas bagaimana bisa segera kirim bantuan-bantuan yang diperlukan, terutama BBM yang sangat penting,” ujarnya saat meninjau Tapanuli Tengah sebelum menuju Aceh.
Artikel Terkait
Akses Lumpuh di Sumatera dan Aceh, Pemerintah Kebut Pengiriman Bantuan dari Udara
Operasi Udara TNI Dirombak Total: 76.500 Ton Bantuan Dikirim, Wilayah Terisolasi Jadi Alarm Darurat
Medan Tanggap Darurat Banjir: Ribuan Warga Mengungsi, Rico Waas Pastikan BBM Aman
Bukan Penjarahan? Ini Penjelasan BNPB Soal Warga Rebut Bantuan
Di Balik Video Viral Sibolga: Ketakutan Warga dan Lambatnya Distribusi Bantuan
BNPB Ungkap 50 Km Longsor Putus Akses Tapanuli–Sibolga, Evakuasi Terhambat