Mentan Amran Bongkar Data Surplus: Banjir Besar Tak Guncang Stok Pangan Sumatera

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 29 November 2025 | 22:12 WIB
Mentan Amran Sulaiman pastikan cadangan beras di wilayah terdampak bencana Sumatera aman.  (Dok. Kementerian Pertanian)
Mentan Amran Sulaiman pastikan cadangan beras di wilayah terdampak bencana Sumatera aman. (Dok. Kementerian Pertanian)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan dan logistik darurat ke tiga provinsi di Sumatera yang tengah dilanda banjir dan longsor. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan distribusi tersebut berjalan bersamaan dengan pengecekan cadangan pangan nasional yang disebut tetap aman dan bahkan surplus di sejumlah wilayah.

Dalam konferensi pers, Amran memaparkan rincian bantuan yang telah diputuskan pemerintah.

“Sumatera Utara (dikirim) beras 16.000 ton kemudian minyak goreng 3.000 ton. Sumatera Barat kita kirim beras 6.700 ton minyak goreng 1.300 ton,” ujarnya pada Jumat, 28 November 2025.

“Aceh kita kirim beras 10.000 ton minyak goreng 2.000 ton,” sambungnya.

Baca Juga: KPK Masih Menahan Ira Puspadewi: Ada Apa di Balik Administrasi yang 'Berjalan'?

Ia menjelaskan bahwa banjir besar di beberapa kabupaten tidak mengganggu produksi padi maupun komoditas pangan strategis lainnya.

Amran menegaskan bahwa cadangan pangan nasional, termasuk di daerah terdampak, berada dalam kondisi yang sangat aman.

"(Dampak pada produksi padi/komoditas lain) kecil, makanya kita ada cadangan. Cadangan kita sangat kuat di sana,” katanya.

Ia mencontohkan Aceh yang memiliki surplus beras 871.000 ton sehingga pengeluaran 10.000 ton untuk kebutuhan darurat tidak akan mempengaruhi pasokan di daerah tersebut.

“Kita ada beras di Aceh. Aceh itu surplus 871.000 ton beras. Keluarkan 10.000 itu Aceh. Kemudian Sumatera Utara kita juga surplus cukup besar,” ujarnya.

Hal serupa disebut terjadi di Sumatera Utara yang dinilai memiliki cadangan besar untuk menopang kebutuhan jangka pendek serta respons bencana.

Kementan menyampaikan bahwa dukungan lintas instansi terus bergerak. Bulog, Satgas Bapan, serta unsur TNI dilibatkan untuk mempercepat distribusi bantuan di tingkat lapangan.

“Ada Bulog yang lengkap, ada dari Satgas Bapan, TNI, tim ini segera kita turun di lapangan,” ucap Amran.

Percepatan mobilisasi bantuan juga ditegaskan oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Ia mengatakan Presiden telah menginstruksikan percepatan penyaluran logistik dan peralatan darurat sejak Kamis malam karena sejumlah wilayah sempat terputus akibat cuaca ekstrem.

Menurut Teddy, empat pesawat diberangkatkan pada Jumat pagi untuk memenuhi kebutuhan di lokasi bencana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X