9 Kecamatan Terdampak: Sumut Dilanda Bencana Beruntun

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Jumat, 28 November 2025 | 10:00 WIB
Menyoroti bencana banjir hingga longsor yang melanda wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), pada Rabu, 26 November 2025.  (Dok. BPBD Kabupaten Padang Sidempuan)
Menyoroti bencana banjir hingga longsor yang melanda wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), pada Rabu, 26 November 2025. (Dok. BPBD Kabupaten Padang Sidempuan)

PONTIANAKGLOBE.COM, TAPANULI TENGAH -- Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada Selasa, (25/11/2025). BNPB melaporkan empat kabupaten terdampak, yakni Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Ribuan rumah rusak atau terendam, sementara dua jembatan penghubung di Kecamatan Simangumban dan Purbatua putus dan membuat akses warga terhenti.

Baca Juga: Benarkah Nama Baik PBNU Tercemar? Tuduhan Serius Mengantar Gus Yahya Turun

Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa sekitar 50 rumah di Desa Simangumban Julu dan Siopat Bahal ikut terdampak banjir. Ia menjelaskan bahwa kerusakan jembatan memaksa warga dan tim bantuan mencari jalur alternatif untuk evakuasi.

“Dua jembatan penghubung rusak dan tidak bisa dilalui warga. BPBD Kabupaten Tapanuli Utara telah berada di lokasi dan melakukan asesmen,” ujar Abdul dalam keterangan resminya, Rabu, 26 November 2025.

Banjir di Kelurahan Hamopan Sibatu, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, menyebabkan satu warga hilang setelah terseret arus sungai. Sebanyak 220 jiwa dan 17 rumah dilaporkan terdampak dan upaya pencarian dilakukan oleh tim gabungan.

“Hujan deras, sungai meluap. Satu orang hilang karena hanyut terbawa arus sungai. Lokasi kejadian di Kelurahan Hamopan Sibatu,” terang Abdul.

“BPBD bersama tim gabungan melakukan operasi pencarian,” imbuhnya.

Hujan ekstrem juga menimbulkan banjir dan longsor di sembilan kecamatan: Pandan, Sarudik, Kolang, Tukka, Badiri, Lumut, Barus, Sorkam, dan Pinangsori. Lebih dari 1.902 rumah dan kepala keluarga terdampak.

Material longsor menutup beberapa ruas jalan dan menghambat distribusi bantuan. Abdul menegaskan bahwa pembersihan dan penyaluran bantuan terus dilakukan.

“BPBD bersama tim gabungan masih melakukan pembersihan material longsor serta menyalurkan bantuan permakanan bagi warga terdampak,” tegasnya.

Baca Juga: Atlet Bisa Jadi ASN hingga TNI/Polri, Erick Thohir: Ini Permintaan Langsung Presiden

Ketua DPR RI, Puan Maharani, turut menyoroti dampak terputusnya akses logistik yang menyebabkan terganggunya aktivitas pendidikan, pertanian, dan UMKM. Ia meminta infrastruktur penting dipulihkan secepat mungkin.

"Segera relokasi sementara sekolah dan jalur alternatif logistik, agar pemulihan pendidikan dan ekonomi tidak tertunda,” kata Puan dalam pernyataan resminya, Rabu, 26 November 2025. Ia menegaskan pentingnya percepatan bantuan ekonomi.

“Sekali jalan terputus, sekolah tak bisa diakses, petani dan UMKM tak bisa angkut hasil,” ujarnya. Puan memastikan DPR akan mengawal seluruh rangkaian pemulihan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X